Menanti Keputusan The Fed, Bitcoin Berpotensi Tembus $120.000

the fed bitcoin
Share :

Ringkasan Berita

  • 📉 Harga Bitcoin naik tipis 1,25% jelang keputusan suku bunga The Fed hari ini, 17 September 2025.
  • 📊 Pasokan BTC di bursa menyusut tajam: terjadi penarikan bersih 44.000 BTC sepanjang September.
  • đź’° Permintaan ETF spot melonjak, mencatat net inflow $2,2 miliar dalam lima hari terakhir.
  • ⚡ Eric Trump menyebut Bitcoin sebagai “aset terhebat zaman ini”, memperkuat sentimen positif pasar.

 

Pergerakan harga Bitcoin (BTC) tampaknya masih menunggu keputusan suku bunga dari bank sentral Amerika Serikat (The Fed) pada hari ini, Rabu, 17 September 2025. Meski belum terlihat signifikan, harga BTC mulai menunjukan pergerakan positif setelah pada penutupan perdagangan harian naik sekitar 1,25%.

Bagaimana pergerakan harga BTC apabila The Fed memangkas suku bunga seperti rumor yang banyak beredar.r? Dampak langsung dari kemungkinan pemangkasan suku bunga terhadap Bitcoin masih belum pasti, namun ada tiga faktor utama yang menopang peluang kenaikan harga BTC lebih lanjut.

Pasokan Bitcoin di Bursa Menyusut Tajam

Menurut data Glassnode, jumlah BTC yang tersimpan di alamat bursa kripto turun drastis pada September, dengan estimasi penarikan bersih sekitar 44.000 BTC hanya dalam sebulan. Penurunan ini membalikkan tren setoran tinggi yang terjadi pada Juli lalu.

Dengan semakin sedikit koin yang tersedia untuk diperdagangkan, likuiditas jangka pendek menjadi ketat, sehingga tekanan jual dalam waktu dekat berpotensi berkurang di kisaran harga saat ini.

Sumber: Glassnode

Meskipun masih ada sekitar 2,96 juta BTC di bursa, sebagian besar koin tersebut tidak benar-benar tersedia di order book. Banyak pengguna hanya menyimpan aset di bursa karena alasan keamanan, kemudahan, atau untuk memanfaatkan layanan tambahan seperti imbal hasil atau biaya rendah—bukan untuk dijual segera.

Permintaan dari Spot Bitcoin ETF Terus Tumbuh

Dukungan tambahan muncul dari arus masuk dana besar ke produk spot Bitcoin ETF di AS. Sejak Rabu hingga Senin lalu, tercatat net inflow sebesar $2,2 miliar, jumlah ini setara dengan tekanan beli harian yang lebih dari 10 kali lipat jumlah Bitcoin baru yang ditambang per hari.

Sumber: CoinGlass

Lonjakan permintaan ini ikut mengembalikan kepercayaan investor, terutama setelah emas mencatat kinerja unggul 11% sejak Agustus. Permintaan ETF ini juga menjadi support penting di kisaran $115.000.

BACA JUGA: Analisis Harga Bitcoin: Zona $113.000 Jadi Kunci Pertahanan Tren Naik

Eric Trump Sebut Bitcoin Aset Terhebat Zaman Ini

Dalam wawancaranya dengan CNBC pada Selasa, Eric Trump — putra Presiden AS Donald Trump sekaligus salah satu pendiri perusahaan penambangan dan manajemen cadangan Bitcoin bernama American Bitcoin (ABTC) — menyebut Bitcoin sebagai “aset terhebat di zaman kita.”

Ia menilai Bitcoin adalah versi modern dari emas dan instrumen lindung nilai efektif terhadap pelemahan sektor properti.

Dampak Keputusan The Fed Masih Belum Pasti

Pasar obligasi memperkirakan peluang 96% The Fed memangkas suku bunga dari 4,5% menjadi 4,25%, namun reaksi Bitcoin kemungkinan hanya moderat.

Pernyataan dari Ketua The Fed Jerome Powell akan menjadi sinyal utama apakah tren penurunan suku bunga akan berlanjut. Jika inflasi masih dianggap ancaman, kenaikan harga Bitcoin menuju $120.000 bisa tertahan.

Sementara itu, muncul tanda tekanan likuiditas baru di pasar keuangan AS. Pada Senin lalu, bank-bank AS meminjam $1,5 miliar dari Standing Repo Facility milik The Fed, yang menurut Reuters menunjukkan adanya “kesulitan dalam memenuhi kewajiban pendanaan.” Suku bunga pinjaman semalam juga naik menjadi 4,42% pada Jumat, level tertinggi dalam dua bulan terakhir.

Bitcoin Bisa Tembus $120.000

Lonjakan ketidakpastian ini juga mendorong harga emas ke level tertinggi sepanjang masa pada Selasa kemarin. Terlepas dari keputusan The Fed nanti, Bitcoin dinilai tetap berpeluang menembus $120.000 berkat permintaan yang terus meningkat dari ETF spot, strategi cadangan korporasi, dan fungsinya sebagai lindung nilai independen — sebuah narasi yang semakin diperkuat oleh pernyataan Eric Trump.