Portalkripto.com — Pencurian aset nonfungible token (NFT) semakin marak. OpenSea, sebagai marketplace NFT terbesar, menanggung beban besar untuk menghentikan aksi kejahatan siber ini.
OpenSea diketahui sudah memiliki kebijakan memblokir NFT curian agar tidak bisa dibeli, dijual, atau ditransfer. Namun, kebijakan ini ternyata banyak dikritik karena justru merugikan pembeli yang tidak tahu bahwa mereka membeli NFT curian.
“Dalam beberapa kasus, pembeli yang tanpa sadar membeli barang curian (bukan karena kesalahannya sendiri), secara tidak sengaja harus dihukum. Ini adalah salah satu masalah tersulit yang kami hadapi. Tolong percaya kami menganggapnya serius dan kami telah secara aktif mendengarkan masukan dari Anda tentang cara mengatasinya,” ujar OpenSea di Twitter.
Pekan lalu, OpenSea akhirnya mengeluarkan kebijakan baru terkait hal ini. Marketplace itu tetap akan memblokir NFT yang dilaporkan telah dicuri, namun pemblokiran itu harus disertai dengan bukti laporan polisi yang harus diserahkan selambat-lambatnya dalam waktu tujuh hari.
Jika pelapor tidak bisa menyerahkan bukti laporan polisi, maka pemblokiran NFT yang bersangkutan akan dicabut setelah tujuh hari. Langkah ini dibuat untuk mencegah masuknya laporan palsu.
OpenSea juga menyederhanakan proses pencabutan blokir setelah pemilik asli berhasil mendapatkan kembali NFT yang dicuri atau jika mereka ingin mencabut laporan dengan alasan tertentu.
Kamu Bisa Baca Artikel Lain:
Lima Kekeliruan Paling Umum Terkait Transisi The Merge Ethereum
Aset Kripto yang Sah Diperdagangan di Indonesia Bertambah Jadi 383
Persyaratan bukti laporan polisi ini baru berlaku setelah kebijakan tersebut resmi diumumkan pada Kamis lalu, dan tidak berlaku untuk kasus-kasus pencurian NFT yang sudah terjadi.
Namun mesti diingat, meskipun OpenSea dapat memblokir NFT agar tidak bisa dibeli, dijual, atau ditransfer, namun kebijakan itu hanya berlaku di platformnya sehingga NFT curian itu masih bisa diperjualbelikan di platform lain.
Meski begitu, OpenSea mengatakan sudah bekerja sama dengan sejumlah platform Web3 lain untuk meminimalkan dampak pencurian NFT. Wallet Ethereum MetaMask, misalnya, ikut melakukan update agar pengguna lebih waspada terhadap transaksi palsu.
NFT adalah token blockchain yang mewakili kepemilikan suatu barang, termasuk karya seni, gambar profil, koleksi digital, dan item video game. OpenSea merupakan marketplace NFT terpopuler, yang mencatat volume perdagangan bernilai miliaran dolar setiap bulannya.
Semakin berkembang pasar NFT, semakin marak juga pencuriannya. Biasanya pencuri melakukan modus phishing yang mencuri data pribadi pengguna untuk mengakses wallet kripto mereka dan mencuri NFT serta token lainnya.
Salah satu media sosial yang paling sering dimanfaatkan pelaku adalah Twitter. Proyek dan artis NFT terkemuka seperti Nouns dan Beeple juga pernah diretas dan menyebarkan tautan phishing.


