Mask Network, Jembatan Web3-Web2 yang Terimbas Musk Effect

Share :

Portalkripto.com — Mask Network (MASK) tampaknya siap menyusul Dogecoin (DOGE) menjadi the next bull run setelah naik tajam (pumping) dalam sepekan. Analis Portalkripto, Arli Fauzi, mengungkapkan, MASK mencatatkan kenaikan sebesar 108,47% dalam sepekan. Naiknya harga tersebut memicu kenaikan lebih lanjut.

Saat artikel ini dibuat, harga MASK kembali pumping, naik sebesar 89,98% dari pembukaan harga pada kandil harian 2 November di level $$2,316 hingga harga tertinggi sementara pada kandil harian di level $4,400. Naiknya harga MASK hampir menyentuh resistance pada penutupan kandil 4 Mei di level $4,408.

Pergerakan harga MASK dalam sepekan terakhir (sumber: TradingView, by: Arli Fauzi)

“Laju bullish MASK kemungkinan akan berlanjut apabila pergerakan harga MASK berhasil breakout titik tersebut,” ujar Arli.

Ia menjelaskan, dengan adanya aksi beli yang tinggi dan mendapatkan sentimen positif dari pelaku pasar kripto, bukan tidak mungkin jika laju bullish MASK kembali menyentuh area resistance pada level $6,082-$6,436.

“Naiknya harga MASK saat ini bisa dibilang kejadian luar biasa dan dinilai rawan koreksi,” jelasnya.

Hal tersebut didukung oleh relative strength index (RSI) yang sudah berada di area overbought. Supply yang tinggi menjadi salah satu indikasi akan terjadinya penurunan harga.

Support pada level $3,593 menjadi tahanan terdekat apabila pergerakan harga MASK mengalami penurunan.

Harmonic support pada fibonacci retracement ratio 0.382 di level $3,089 menjadi tahanan selanjutnya jika pergerakan harga MASK berhasil breakdown support terdekatnya.

“Secara teknikal, kondisi bullish saat ini dirasa setelah harga MASK berhasil breakout falling wedge pattern pada 28 Oktober,” ujarnya.

MASK Exchange Reserve dan Netflow

Arli mengatakan, kondisi bullish dan kenaikan harga yang sangat signifikan menjadi pemicu naiknya jumlah ketersediaan (reserve) MASK di exchange. Berdasarkan data pada Cryptoquant, exchange reserve mengalami lonjakan yang cukup tinggi pada periode 25-27 Oktober.

MASK exchange reserve (Sumber: CryptoQuant, by: Arli Fauzi)

Ketersediaan token MASK di exchange pada 25 Oktober sebesar 20.011.500 MASK. Sedangkan pada 27 Oktober, tercatat ada 20.967.038 MASK yang tersedia di exchange. Dalam jangka waktu dua hari, tercatat ada 955.538 token MASK bertambah di exchange reserve.

Kenaikan pada exchange reserve tersebut didukung oleh arus masuk (inflow) yang tinggi. Hal tersebut terlihat dari penutupan positif pada exchange netflow.

MASK exchange netflow (Sumber: CryptoQuant, by: Arli Fauzi)

Tercatat sebanyak 4.960.784 MASK masuk ke dalam exchange pada 29 Oktober. Jumlah tersebut merupakan arus masuk tertinggi dalam satu tahun terakhir.

“Dari data itu dapat disimpulkan bahwa naiknya harga memicu para hodler MASK kembali mengirim tokennya ke dalam exchange dengan tujuan untuk mencari keuntungan. Kondisi ini bisa menjadi indikasi akan adanya aksi jual yang masif,” jelasnya.

Apa Itu Mask Network?

Mask Network -yang juga dikenal dengan Mask Crypto- merupakan jembatan penghubung Web 2.0 dan Web 3.0, dan sebaliknya, yang didirikan pada 2019. Jaringan ini memungkinkan seseorang untuk mengakses situs di Web2 tanpa memerlukan Application Programming Interface (API) atau server terpusat.

Menurut situs mask.io, pengguna hanya tinggal menginstal Mask Extension di browser dan login dengan menggunakan Mask ID, kemudian menyambungkannya dengan wallet. Integrasi dengan Web3 selesai dan pengguna bisa membuka situs Web2 dengan manfaat Web3.

Mask Network mengembangkan strategi unik dalam ekosistemnya, yakni dengan membangun infrastruktur terdesentralisasi, tetapi melakukan update di Web2. Mask beroperasi di 5 blockchain layer-1 dan layer-2, di antaranya Ethereum, Polygon, Binance Smart Chain (BSC), Arbitrum, dan xDai.

Jaringan ini sudah terintegrasi dengan sejumlah media sosial besar seperti Twitter dan Facebook. Saat ini, Mask juga memiliki lebih dari 30 decentralized apps (dApps) Web3 yang masing-masing terintergasi dengan aplikasi di Web2.

Mask Network menyediakan banyak fitur dalam ekosistemnya, termasuk fitur widget trading tool di media sosial, fitur pesan terenkripsi, fitur pembuat profile Web3, hingga fitur jual beli NFT. Seluruh fitur tersebut didukung oleh platform-platform pihak ketiga yang populer seperti Uniswap hingga OpenSea.

Terimbas Musk Effect

Musk for Mask. Akuisisi platform media sosial raksasa Twitter oleh miliarder Elon Musk faktanya tidak hanya mempengaruhi harga DOGE hingga lebih dari 100%. Beberapa token lain ikut terimbas dan MASK mungkin salah satunya.

Sebagai gerbang penghubung antara web2 dan web3, Mask Network bisa menjadi pertimbangan bagi siapapun yang ingin membuka media sosial, termasuk Twitter, dengan lebih privat dan aman. Terlebih, integrasi Twitter dengan kripto sudah di depan mata.

Pada Januari lalu, Twitter sudah menunjukkan dukugannya terhadap NFT Ethereum dengan mengizinkan pengguna menggunakan aset digital itu sebagai profil picture terverifikasi. Layanan ini hanya bisa dilakukan oleh pelanggan Twitter Blue.

Belum lama ini, Twitter juga mengumumkan uji coba fitur jual beli NFT melalui Tweet, atau NFT Tweet Tiles. Ada empat NFT marketplace yang bekerja sama dengan Twitter, di antaranya Magic Eden, Rarible, Dapper Labs, dan Jump.trade.

Pengambilalihan Twitter oleh Musk pekan lalu menjadi kabar baik terbaru bagi komunitas kripto yang saat ini sedang harap-harap cemas menunggu gebrakan apa saja yang akan dilakukan oleh CEO Tesla itu. Musk pada April sebenarnya telah membocorkan rencananya untuk melakukan integrasi kripto dengan Twitter, namun detailnya belum diungkapkan.

Unggahan Musk pada 1 November 2022, yang menunjukkan gambar anjing jenis shiba inu (lambang Dogecoin) memakai kaos bergambar logo Twitter ikut semakin menguatkan isu integrasi itu.

Bukan tidak mungkin Musk membuat Twitter menjadi media sosial raksasa pertama yang berbasis blockchain, yang sejalan dengan cara kerja Mask Network.