Portalkripto.com — Perusahaan penambang Bitcoin, Marathon Digital Holdings, mengumumkan telah mengucurkan dana sebesar $81,3 juta untuk penyedia layanan hosting penambangan yang telah bangkrut, Compute North.
Marathon mengatakan, dana sebesar $50 juta digunakan untuk operasional, terutama operasional keamanan di fasilitas-fasilitas penambangan di King Mountain (Carolina Utara) dan Wolf Hollow (Texas).
Sementara itu, sebesar $21,3 juta dialokasikan untuk ‘surat sanggup bayar tanpa jaminan’. Dan sisanya sebesar $10 juta dikonversi dengan saham Compute North.
“Berdasarkan pada informasi yang tersedia hari ini, kami tidak mengantisipasi proses ini dapat mempengaruhi operasional kami dan kemampuan kami untuk mencapai target 23 exahash per detik di 2023,” ujar Marathon Digital Holdings, Jumat, 7 Oktober 2022, dikutip Cointelegraph.
Pengumuman Marathon ini disampaikan sepekan setelah Compute North mengajukan kebangkrutan Chapter 11 ke Pengadilan Kepailitan Amerika Serikat (AS) untuk distrik Selatan Texas pada 23 September lalu.
Di bawah aturan Chapter 11 Undang-undang (UU) Kepailitan AS, perusahaan masih bisa beroperasi sambil merencanakan restrukturisasi dan pembayaran kreditur.
Marathon mengungkapkan, sebagian operasional penambangan Bitcoin-nya menggunakan layanan hosting Compute North, seperti di Texas, Nebraska, dan Dakota Selatan.
Meski Compute North telah menyatakan bangkrut, Marathon memastikan operasional penambangan yang berkaitan dengan penyedia layanan hosting itu masih berjalan seperti biasa.
“Marathon tidak mengalami dampak negatif yang signifikan terkait operasional di King Mountain, yang para penambangnya beroperasi berdasarkan jadwal. Namun, kami merasakan sedikit keterlambatan di Wolf Hollow, tempat Compute North terjerat masalah regulasi,” kata Marathon.
Marathon Berkinerja Baik di Tengah Kenaikan Hashrate
Marathon Digital Holdings mencatatkan kinerja yang cukup cemerlang tahun ini. Pada kuartal ketiga 2022, Marathon berhasil menambang 616 BTC senilai $12,3 juta. Hasilnya terus naik dari bulan ke bulan.
Pada Juli dan Agustus, Marathon menambang masing-masing 72 BTC dan 184 BTC. Sementara pada September, perusahaan tersebut berhasil menambang 360 BTC.
Pada akhir September, Marathon membuka armada penambangan dengan 37.000 penambang aktif yang memproduksi 3,8 exahash per detik. Namun, saat ini jumlahnya telah meningkat menjadi 57.000 penambang aktif yang memproduksi 5,7 exahash per detik.
Total kepemilikan Bitcoin Marathon per 30 September mencapai 10.670 BTC senilai $207,3 juta. Sementara kepemilikan uang tunainya mencapai $55,3 juta.’
Namun, tak semua penambang Bitcoin moncer seperti Marathon. Kebanyakan justru mengalami penurunan profitabilitas karena hashrate Bitcoin mencapai titik tertinggi sebesar 245 exahash per detik pada 3 Oktober lalu.
BACA JUGA: Bear Market di Pasar Kripto Diprediksi Masih Berlangsung 12-18 Bulan Lagi
Hashrate adalah ukuran seberapa besar daya komputasi yang digunakan untuk menambang kripto dan memproses transaksi pada model jaringan proof-of-work.
Jika hashrate naik, ‘mining difficulty’ juga diperkirakan naik dengan estimasi kenaikan sebesar 6% hingga 10%. ‘Mining difficulty’ saat ini diketahui telah meningkat 27,9% dari puncak Great Miner Migration pada Mei 2021.
Secara umum, ‘mining difficulty’ yang menghitung seberapa sulit sebuah blok untuk ditambang, adalah salah satu komponen yang menentukan biaya produksi penambangan Bitcoin. Jika ‘mining difficulty’ tinggi, maka biaya produksi per unit BTC akan meningkat.
Dengan harga BTC saat ini di kisaran $20.000 dan estimasi biaya produksi di seluruh jaringan $12.140, profitabilitas penambang Bitcoin (BTC) sedang berada di ambang krisis.
Pendapatan yang diperoleh penambang per-exahash turun ke titik terendah sebesar 4,06 BTC per-exahash per hari. Dalam dolar AS, angka ini setara dengan $78.000 sampai $88.000 per-exahash per hari.


