Magic Eden dan Metaplex Saling Serang, Ributkan Standar NFT Solana

Share :

Portalkripto.com — Marketplace nonfungible token (NFT) Solana, Magic Eden, dan platform yang menetapkan standar bagi NFT Solana, Metaplex, saling serang di Twitter.

Dalam sebuah utas di Twitter pada Jumat, 9 Desember 2022, Metaplex menuding Magic Eden tengah mencoba mengambil alih penetapan standar bagi NFT Solana. Padahal hal itu merupakan tugas Metaplex dengan menuliskan kode dan memegang kunci setiap NFT yang di-minting di Solana.

“Metaplex didirikan untuk mendukung kreator dan seniman, tetapi dorongan komersial di NFT Solana telah mendesak kami dengan regulasi setengah matang demi mengambil alih standar dari tangan komunitas,” tulis Metaplex.

Metaplex juga menduga Jordan Prince ikut terlibat dalam konspirasi ini bersama Magic Eden. Prince adalah mantan pengembang di Solana Labs yang ikut mengembangkan protokol Metaplex. Kini Prince mendirikan B+Studios yang fokus pada pengembangan infrastruktur NFT.

Merespons tudingan Metaplex, Magic Eden juga membuat sebuah utas yang berisi bantahan. Menurutnya, tuduhan Metaplex bahwa Magic Eden mencoba mengambil alih penetapan standar NFT di Solana adalah hal yang keliru.

Marketplace itu justru balik menuding Metaplex tengah mencoba mempertahankan kendali atas penetapan standar NFT untuk kepentingan pemegang governance token MPLX, yang diluncurkan pada September lalu.

Berawal dari Pro-Kontra Royalti Kreator NFT

Ini bukan pertama kalinya Magic Eden dan Metaplex bersitegang mengenai ekosistem NFT Solana. Pada Agustus lalu, Magic Eden disebut menolak bantuan Metaplex untuk membuka closed-source code-nya saat risiko keamanan mengancam marketplace itu.

Keduanya juga berbeda pandangan terkait penerapan royalti kreator NFT di pasar sekunder. Royalti kreator biasanya sebesar 5%-10% dari harga jual NFT, yang dibayarkan oleh penjual secara otomatis kepada kreator asli.

Royalti kreator belum sepenuhnya diatur secara on-chain di jaringan Solana. Magic Eden kemudian menggunakan model ‘royalty optional’ pada Oktober lalu, yang memberikan pilihan kepada pembeli/penjual apakah bersedia membayar royalti atau tidak.

Metaplex yang tak setuju dengan model itu kemudian mengumumkan rencana untuk mengembangkan standar wajib bayar royalti kreator yang disebut MIP-1, yang akan diluncurkan pada Januari mendatang.

Magic Eden CEO Jack Lu mengatakan kepada Decrypt, platformnya mendukung MIP-1, tetapi Metaplex harus mendesentralisasi tata kelola standar metadata tokennya terlebih dahulu. Perselisihan ini yang diduga membuat kedua platform itu akhirnya saling melempar tuduhan di Twitter.

Sementara itu, Rohun Vora yang dikenal dengan sebutan Frank, kreator NFT populer DeGods dan y00ts, akhirnya mendorong marketplace NFT Solana untuk kembali menerapkan pembayaran royalti kreator. Frank sebelumnya menghapus biaya royalti untuk koleksi NFT-nya pada Oktober lalu yang menimbulkan pro-kontra antar-marketplace NFT di jaringan Solana.