Lebih dari 1 Juta Bitcoin Hilang dari Peredaran dalam Satu Dekade, Setara 6,3%

Share :

Portalkripto.com — Ketersediaan Bitcoin semakin langka setelah lebih dari satu juta koin dinyatakan hilang dari peredaran akibat keruntuhan sejumlah exchange kripto besar yang jadi holder Bitcoin.

Data yang dikumpulkan patform penyimpanan Bitcoin CasaHODL menunjukkan jumlah persis Bitcoin yang hilang mencapai 1.195.000 keping. Lebih dari satu juta Bitcoin tersebut hilang akibat keruntuhan 14 exchange.

Jumlah kehilangan koin Satoshi tersebut mewakili 6,3% dari 19,2 juta Bitcoin yang saat ini beredar, atau 5,7% dari jumlah total Bitcoin yang dapat diterbitkan, yakni 21 juta keping.

CasaHODL menghimpun data kehilangan tersebut sejak satu dekade lalu, atau sejak Bitcoinica kolaps pada 2012 hingga yang terakhir keruntuhan FTX pada November 2022.

Dari segi volume Bitcoin yang hilang, keruntuhan MtGox menyumbang angka kehilangan terbesar sebanyak 650,000 keping, disusul Bitfinex 120,000 keping, dan Celsius 105,000 koin. Sedangkan total kehilangan pada FTX baru-baru ini mencapai 70.000 keping Bitcoin.

‘Bitcoin Palsu’ Banyak Beredar

Di tengah meningkatnya kelangkaan BTC, Co-Founder dan Chief Technology Officer (CTO) CasaHODL, Jameson Lopp, menunjukkan bahwa saat ini banyak ‘Bitcoin palsu’ beredar dan mengancam ekosistem. Data yang ia himpun mengkonfirmasi bahwa ada lebih dari 80 aset kripto memiliki nama ‘Bitcoin’, yang bertujuan menyesatkan investor BTC.

Dari 80 lebih aset kripto yang memiliki embel-embel Bitcoin, Loop mengatakan 14 di antaranya memiliki kapitalisasi pasar lebih dari $1 juta. Sebanyak tiga di antaranya juga mengklaim sebagai Bitcoin.

Tindakan investor yang membeli aset Bitcoin palsu berdampak negatif terhadap apresiasi harga Bitcoin asli.

“Problemnya adalah ada banyak bentuk Bitcoin palsu, dan ketika seseorang yang ingin membeli Bitcoin asli akhirnya membeli Bitcoin palsu, nilainya tidak bertambah dan disimpan oleh sistem Bitcoin yang sebenarnya. Proses penentuan harga dengan demikian menjadi kacau!” kata laporan tersebut.