Portalkripto.com — CEO Binance Changpeng Zhao mengkritik model bisnis free-to-own di GameFi. Menurutnya tidak ada proyek yang benar-benar gratis.
“Jika di dunia ini semuanya gratis, mengapa kita harus bekerja keras,” tulis pria yang akrab disapa CZ ini di Twitter, Selasa (30/8).
Ia kemudian menjelaskan, exchange Binance bisa menggratiskan biaya trading pair Bitcoin (BTC) dan Ether (ETH) karena telah mengantongi pendapatan lebih dari trading pair lainnya.
Sebaliknya, kata dia, model bisnis free-to-own yang memungkinkan pengguna untuk mendaftar secara gratis, dinilai berisiko tinggi bagi para penggunanya sendiri.
Perusahaan yang dikritik oleh CZ adalah startup game Limit Break, yang berhasil mengumpulkan pendanaan sebesar $200 juta pada 29 Agustus lalu. Proyek ini meraih popularitas usai meluncurkan koleksi nonfungible token (NFT) gratis yang disebut DigiDaigaku.
Cointelegraph melaporkan, Limit Break mengizinkan komunitas untuk memasuki game secara gratis, salah satunya dengan memiliki NFT yang diberikan secara cuma-cuma di awal peluncuran. Nantinya, mereka akan menjadi ‘pabrik’ yang menghasilkan NFT baru untuk gameplay.
BACA JUGA: Analisis Pergerakan Harga BTC, ETH, BNB, dan MATIC, 31 Agustus 2022
Karena NFT diberikan gratis, maka pemain tidak harus diburu waktu untuk menutup biaya investasi mereka secepat mungkin. Dengan demikian, mereka bisa bermain game lebih lama.
Ryan Foo, ekonom game di Delphi Digital, mengatakan, Limit Break hanya menarik biaya transaksi 10% untuk setiap NFT. Beberapa pekan setelah dirilis, NFT DigiDaigaku senilai 3.900 ETH telah berhasil diperdagangkan dan menghasilkan pendapatan lebih dari $600.000.
Dalam beberapa bulan terakhir, game blockchain banyak dikritik karena dinilai hanya fokus pada menghasilkan uang daripada pengalaman bermain game yang menyenangkan.
Mojang Studios, pencipta Minecraft, dengan tegas melarang integrasi dengan NFT. Perusahaan ini menilai NFT hanya memunculkan mentalitas investasi dengan harga spekulatif dan mengesampingkan kesenangan dalam bermain game.


