Ringkasan Berita
- Glassnode melaporkan korelasi negatif kuat antara aktivitas Bitcoin dan USDT, dengan harga BTC cenderung naik ketika terjadi arus keluar stablecoin dari bursa.
- Data sejak Desember 2023 menunjukkan net outflow USDT hingga –$220 juta per hari pada puncak harga $126.000, menandakan fase euforia dan aksi ambil untung investor.
- Whale Alert menemukan pola sejalan: Tether biasanya mencetak USDT saat bull run dan membakar saat koreksi, sementara BTC dan USDT tetap menjadi aset terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar.
- Regulasi AS melalui GENIUS Act mendorong adopsi stablecoin dan Bitcoin, termasuk rencana pembentukan cadangan aset digital nasional, meski implementasinya masih bergantung pada aset kripto hasil sitaan.
Platform penyedia analitik blockchain Glassnode melaporkan adanya “korelasi negatif yang kuat” antara aktivitas Bitcoin (BTC) dan stablecoin USDt (USDT) selama dua tahun terakhir.
Dalam unggahan X pada Rabu, Glassnode membagikan perbandingan antara pergerakan harga Bitcoin dan arus masuk–keluar bersih USDT di bursa sejak Desember 2023. Hasil analisis menunjukkan bahwa harga BTC cenderung naik ketika terjadi arus keluar (net outflow) USDT dari bursa.

Glassnode menjelaskan bahwa pada fase pasar yang euforia, investor biasanya menarik USDT dari bursa sebesar –$100 juta hingga –$200 juta per hari untuk mengamankan keuntungan.
Pada puncak harga $126.000 pada Oktober lalu, net outflow USDT mencapai lebih dari $220 juta (rata-rata 30 hari)—sebuah sinyal kuat aktivitas ambil untung, yang kini mulai mereda seiring arus kembali positif.
Sebelumnya, analisis dari Whale Alert pada April juga menemukan pola khusus antara Bitcoin dan USDt, di mana Tether cenderung mencetak (mint) USDT saat bull run BTC dan membakar (burn) saat koreksi.
Hingga saat ini, Bitcoin dan USDt masih menjadi aset kripto terbesar pertama dan ketiga berdasarkan kapitalisasi pasar, masing-masing sekitar $1,8 triliun dan $184 miliar.
BACA JUGA: Harga Ethereum Menguat, 3 Sentimen yang Membuatnya Bullish
Adopsi stablecoin dan Bitcoin meningkat di tengah regulasi AS
Pada Juli, pemerintah Amerika Serikat mengesahkan GENIUS Act, sebuah regulasi baru untuk mengatur stablecoin pembayaran. CEO Tether Paolo Ardoino menyatakan bahwa USDt akan mematuhi aturan tersebut, dan pada September Tether juga mengumumkan akan merilis stablecoin baru yang patuh GENIUS, bernama USAT.
Selain itu, pemerintah AS dan sejumlah negara bagian juga mendorong upaya untuk menyimpan cadangan strategis Bitcoin. Presiden AS Donald Trump pada Maret menandatangani perintah eksekutif yang mengarahkan pembentukan cadangan aset digital nasional.
Namun laporan terbaru menyebutkan bahwa rencana tersebut belum dijalankan sepenuhnya, karena strategi utama penyediaan cadangan masih bergantung pada aset kripto hasil sitaan.


