Portalkripto.com — Saat ini semua mata tertuju pada The Federal Reserve yang harus kembali menentukan apakah akan menaikkan suku bunga dalam Federal Open Market Committee (FOMC) meeting, 20-21 September 2022 di Washington DC, Amerika Serikat (AS).
Diperkirakan suku bunga AS akan kembali dikerek sebesar 75 basis poin menjadi 3,25%. Kenaikan itu umumnya dapat memperlambat pinjaman bank dan aktivitas ekonomi lainnya sehingga tingkat inflasi yang mencapai 8,3% pada Agustus, dapat ditekan.
Naiknya suku bunga tentu akan mempengaruhi semua pasar berisiko. Investor saham juga tertekan. S&P turun hingga 5% pekan lalu dan menjadi penurunan terburuk di tahun ini.
Di pasar kripto, analis Tokocrypto, Nathan Alexander Agus, mengatakan, biasanya pergerakan harga akan langsung terjadi secara signifikan setelah keputusan The Fed diumumkan.
“Terlebih jika kenaikannya di atas angka prediksi, biasanya ada dampak negatif ke market,” ujar Nathan kepada Portalkripto, Selasa, 20 September 2022.
Menurutnya, sentimen pasar ke depan tampaknya masih akan bearish. Setelah proses transisi Ethereum ke konsensus proof-of-stake atau The Merge mengguncang pasar pekan lalu, aktivitas jaringan, terutama Bitcoin, secara keseluruhan juga dinilai masih lemah.
“Sampai bulan ini kita lihat, ada kemungkinan bisa turun lagi. Menurut teknikal analisis bisa di area $16.000 ke $14.000,” katanya.
BACA JUGA: Analisis Pergerakan Harga BTC, ETH, BNB, dan SOL, 20 September 2022
Nathan menjelaskan, secara historis, September telah menjadi ‘bulan merah’ bagi pasar kripto karena dalam empat tahun terakhir selalu terjadi penurunan yang cukup signifikan. Selain karena September adalah penutup dari kuartal tiga, di tahun ini juga ada tekanan dari tingkat suku bunga dan tingkat inflasi yang tinggi.
Ia memperkirakan kenaikan suku bunga di AS akan tetap terjadi hingga tahun depan. The Fed sendiri telah memprediksi hingga akhir tahun ini tingkat suku bunga bisa mencapai 4%.
Meski demikian, menurut Nathan, masa pemulihan di pasar kripto akan terjadi satu hingga dua bulan ke depan. Ada dua agenda penting pada November mendatang yang diharapkan dapat memberikan angin segar bagi pasar.
Pada 8 November, AS akan menggelar midterm election yang diperkirakan akan berpengaruh pada kripto dalam hal regulasi. Selain itu, pada pertengahan November nanti juga akan ada pertemuan G20 di Indonesia yang bisa menggerakkan kebijakan perekonomian global.
“Sampai G20 meeting (kami) berharap ada perubahan yang lebih baik,” ujarnya.


