Portalkripto.com — Sesuai perkiraan sejumlah analis, Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed akhirnya menaikan suku bunga sebesar 75 basis poin setelah menggelar rapat Federal Open Market Committee (FOMC) selama dua hari.
Pengumuman yang disampaikan pada Kamis, 3 November 2022, dini hari tersebut direspon negatif oleh pasar kripto dan saham.
Setelah pidato hawkish dari ketua The Fed, Jerome H. Powell, indeks pasar saham utama turun. Nasdaq turun 3%, sedangkan Dow Jones Industrial Average turun 505 poin.
Begitu juga dengan aset kripto. Data Coin Market Cap pada saat penulisan, Bitcoin turun 1,58% menjadi $20,160 dan ETH turun 3,80% menjadi $1,519 dalam 24 jam terakhir. Kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan turun 1,82% menjadi $998,19 miliar.
Pergerakan harga BTC dalam 24 jam terakhir. (sumber CoinMarkerCap)
Kenaikan 75 basis poin ini membuat suku bunga menjadi 3,75-4% sesuai dengan prediksi sebagian besar analis. The Fed menyatakan masih perlu menaikkan suku bunga karena tingkat inflasi saat ini masih jauh dari target di bawah 2%.

Tingkat suku bunga AS. (sumber TradingEconomics)
Tingkat inflasi AS per September masih menggantung di 8,2%, terendah dalam tujuh bulan terakhir atau turun sejak Juni yang mencapai 9,1%. Menurut model makro dan analis global Trading Economics, tingkat inflasi Paman Sam diperkirakan menyentuh 7,80% pada akhir kuartal ini.
Dalam pernyataan The Fed mengatakan komite (FOMC) berusaha untuk mencapai target lapangan kerja yang dibutuhkan dan menurunkan inflasi secara maksimum hingga tingkat 2 persen dalam jangka panjang. Untuk mendukung tujuan ini, maka komite memutuskan untuk menaikkan kisaran target suku bunga dana federal menjadi 3,75 hingga 4 persen.
Keenam Sepanjang 2022
Dengan pengumuman dini hari tadi, The Fed telah menaikkan suku bunga untuk keenam kalinya berturut-turut sepanjang 2022. Selain itu, kenaikan suku bunga 75 basis poin ini adalah yang keempat kalinya secara berturut-turut untuk memperlambat laju inflasi yang tinggi sejak 1980-an.
The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada 17 Maret 2022, yang merupakan kenaikan pertama sejak 2018.
Dalam pertemuan FOMC di bulan Maret, The Fed memperkirakan akan menaikkan suku bunga sebanyak enam kali (termasuk Maret) dan itu terbukti benar.
Kenaikkan suku bunga selanjutnya terjadi pada 5 Mei (50 basis poin), 16 Juni (75), 27 Juli (75), 21 September (75), dan 2 November (75).
Keputusan The Fed untuk mempertahankan kenaikan suku bunga hingga November ini, telah meredam tingkat inflasi. Sejak mencapai tingkat tertingginya pada Juni 2022, inflasi terus menurun hingga September 2022. Dari Juni (9,1%) kemudian Juli (8,5%), Agustus (8,3%), dan September (8,2%).

Tingkat inflasi. (sumber TradingEconomics)
Sementara tanda-tanda inflasi mengalami perlambatan, namun target The Fed masih jauh untuk mencapai 2% The Fed, disposisi Powell tampaknya menunjukkan bahwa investor terlalu cepat menghentikan jeda kenaikan.
“Kami mengantisipasi bahwa kenaikan berkelanjutan dalam kisaran target adalah kebijakan moneter yang cukup untuk mengembalikan inflasi ke 2 persen,” katanya dalam pidatonya usai mengumumkan kenaikan suku bunga.


