Kapitalisasi Pasar Stablecoin Menyusut, Trader Beralih ke Emas dan Perak

Kapitalisasi pasar stablecoin
Share :

Ringkasan Berita

  • Kapitalisasi pasar 12 stablecoin terbesar turun sebesar US$2,24 miliar dalam 10 hari terakhir, mengindikasikan arus modal keluar dari ekosistem kripto.
  • Santiment mencatat dana investor beralih ke aset lindung nilai seperti emas dan perak, yang masing-masing mencetak harga tertinggi baru di tengah meningkatnya ketidakpastian.
  • Bitcoin melemah dari level puncak 2025 dan tertinggal dari kinerja emas dan perak, yang masing-masing naik lebih dari 20% dan dua kali lipat secara nilai pasar.
  • Menurut Santiment, pemulihan pasar kripto yang berkelanjutan biasanya membutuhkan kenaikan kembali suplai stablecoin sebagai sinyal masuknya modal baru dan pulihnya kepercayaan investor.

 

Kapitalisasi pasar stablecoin menurun sebesar US$2,24 miliar  dalam 10 hari terakhir. Hal ini menjadi sinyal bahwa modal mulai keluar dari ekosistem kripto dan berpotensi menunda pemulihan pasar.

Dalam unggahan di X pada Senin, Santiment menyebut sebagian besar dana tersebut beralih ke aset lindung nilai tradisional seperti emas dan perak, yang mendorong harganya ke level tertinggi baru. Sementara itu, Bitcoin, pasar kripto secara keseluruhan, dan stablecoin justru mengalami koreksi.

Secara kolektif, 12 stablecoin dengan kapitalisasi pasar terbesar tercatat menyusut sebesar US$2,24 miliar dalam 10 hari terakhir. Santiment menilai penurunan ini menunjukkan banyak investor memilih mencairkan aset ke fiat, alih-alih bersiap membeli saat harga turun.

“Turunnya kapitalisasi pasar stablecoin menandakan investor lebih memilih keluar ke fiat dibanding menyiapkan dana untuk buy the dip,” tulis Santiment.

Sumber: Santiment

Meningkatnya minat terhadap emas dan perak juga mengindikasikan bahwa investor kini mengutamakan keamanan dibanding risiko.

“Ketika ketidakpastian meningkat, arus modal cenderung mengalir ke aset yang dianggap sebagai penyimpan nilai di tengah tekanan ekonomi, bukan ke pasar volatil seperti kripto.”

BACA JUGA: Permintaan Tenaga Kerja yang Memahami Bitcoin Meningkat Sepanjang 2025

Emas dan perak mengungguli Bitcoin

Bitcoin sempat menunjukkan kinerja kuat sepanjang 2025 hingga 10 Oktober, ketika lebih dari US$19 miliar posisi kripto berleverage terlikuidasi dari pasar. Dalam satu hari, harga Bitcoin anjlok dari sekitar US$121.500 ke bawah US$103.000.

Sejak saat itu, Bitcoin terus melemah hingga menyentuh kisaran US$88.080, sementara emas melonjak lebih dari 20% dan menembus level US$5.000, serta perak yang nilai pasarnya tercatat lebih dari dua kali lipat.

Penerbit stablecoin Tether juga menjadi salah satu pembeli emas terbesar dalam beberapa bulan terakhir, dengan akumulasi 27 metrik ton emas senilai US$4,4 miliar hanya pada kuartal keempat 2025.

Kenaikan suplai stablecoin bisa jadi sinyal pemulihan

Santiment menilai pemulihan pasar kripto kemungkinan besar membutuhkan pertumbuhan stablecoin terlebih dahulu.

“Secara historis, pemulihan pasar kripto yang kuat biasanya dimulai ketika kapitalisasi pasar stablecoin berhenti turun dan kembali meningkat. Itu menandakan masuknya modal baru serta kembalinya kepercayaan investor,” jelas Santiment.

Selama pertumbuhan stablecoin belum terjadi, aset kripto berisiko tinggi seperti altcoin diperkirakan akan mengalami tekanan lebih besar dibanding Bitcoin.

“Bitcoin biasanya lebih bertahan dalam kondisi seperti ini, namun suplai stablecoin yang menyusut tetap membatasi potensi kenaikan di seluruh pasar,” tutup Santiment.

QNA Stablecoin dan Pasar Crypto

Apa itu suplai dan kapitalisasi pasar stablecoin?

Suplai stablecoin adalah jumlah total stablecoin yang beredar di pasar, sementara kapitalisasi pasar adalah nilai total suplai tersebut dikalikan harga (yang umumnya mendekati US$1). Keduanya sering digunakan sebagai indikator aliran modal masuk atau keluar dari ekosistem kripto.

Mengapa stablecoin penting bagi pergerakan harga kripto dan Bitcoin?

Stablecoin berfungsi sebagai “bahan bakar likuiditas” di pasar kripto. Saat suplai dan kapitalisasi stablecoin meningkat, artinya ada lebih banyak dana siap digunakan untuk membeli aset kripto seperti Bitcoin dan altcoin.

Apa arti kenaikan suplai dan kapitalisasi pasar stablecoin?

Kenaikan suplai stablecoin biasanya menandakan masuknya modal baru ke pasar kripto. Kondisi ini sering menjadi sinyal awal potensi reli harga, karena investor memiliki dana segar yang siap dialokasikan ke Bitcoin dan aset kripto lainnya.

Bagaimana dampaknya terhadap harga Bitcoin (BTC)?

Bitcoin cenderung menjadi aset pertama yang diuntungkan saat suplai stablecoin meningkat. Likuiditas baru biasanya masuk ke BTC terlebih dahulu sebelum mengalir ke altcoin, sehingga BTC sering memimpin pergerakan naik pasar.

Apa arti penurunan suplai dan kapitalisasi pasar stablecoin?

Penurunan suplai stablecoin mengindikasikan investor menarik dana keluar dari kripto dan kembali ke fiat atau aset aman lainnya. Ini mencerminkan sikap risk-off dan biasanya menekan harga kripto secara keseluruhan.

Mengapa altcoin lebih terdampak saat suplai stablecoin menurun?

Altcoin memiliki tingkat risiko dan volatilitas lebih tinggi dibanding Bitcoin. Saat likuiditas menyusut, investor cenderung menghindari aset berisiko, sehingga altcoin biasanya mengalami koreksi lebih dalam dibanding BTC.

Apakah penurunan stablecoin selalu berarti pasar akan turun?

Tidak selalu. Namun secara historis, pemulihan pasar kripto yang kuat jarang terjadi ketika suplai stablecoin masih menurun. Pasar biasanya membutuhkan stabilisasi atau pertumbuhan stablecoin sebelum reli berkelanjutan dimulai.

Bagaimana investor menggunakan data stablecoin dalam analisis pasar?

Investor sering memantau tren suplai dan kapitalisasi stablecoin untuk membaca sentimen pasar. Kenaikan suplai dianggap sebagai sinyal potensi akumulasi, sementara penurunan suplai menjadi peringatan bahwa tekanan jual dan kehati-hatian masih mendominasi.