Portalkripto.com — Bitcoin berhasil mengawali tahun 2023 dengan menebarkan sentimen bullish untuk keseluruhan pasar kripto.
Kapitalisasi pasar Bitcoin mengalami kenaikan sebesar 40,18%, ditutup pada level $445,944 miliar, dengan titik tertinggi berada pada level $461,775 miliar, dan titik terendah berada pada level $317,445 miliar.
Selain volume perdagangan, dominasi Bitcoin pun ikut terdorong naik. Dominasi Bitcoin mengalami kenaikan sebesar 5,50%, ditutup pada level 44,39%, dengan titik tertinggi berada pada level $44,82%, dan titik terendah berada pada level $40,72%.

Penutupan kandil bulan Januari pagi ini membentuk bullish marubozu candlestick, dengan kenaikan yang signifikan, sebesar 39,92%.
Bahkan dalam tiga bulan terakhir, penutupan bulanan Bitcoin terlihat membentuk morning star candlestick, yang merupakan sinyal positif terhadap pergerakan harga kedepannya.
Selain pembentukan bullish candlestick, pergerakan harga Bitcoin berhasil breakout ascending line yang sebelumnya berfungsi sebagai garis support.
Kandil bulan Januari 2023 Bitcoin ditutup pada level $23.128, dengan level tertinggi berada pada harga $23.966, dan level terendah berada pada harga $16.490.

Laju bullish Bitcoin pada bulan Januari hampir mendekati harga tertinggi pada penutupan kandil bulan Juli 2022 di level $24.666.
Titik tersebut masih menjadi target naik terdekat Bitcoin saat ini. Peluang untuk melanjutkan tren positif semakin lebar apabila pergerakan harga Bitcoin berhasil breakout titik resistance tersebut.
Apabila pergerakan harga Bitcoin berhasil breakout, maka target naik selanjutnya berada pada harmonic resistance ratio 0.236 fibonacci retracement di level $28K.
Fear & Greed Index
Kondisi bullish yang dirasakan oleh pasar kripto selama bulan Januari, menimbulkan dampak positif pada kepercayaan diri para pelaku didalamnya.
Selain kenaikan harga yang tinggi pada major coin, beberapa aset kripto yang memiliki kapitalisasi rendah berhasil unjuk gigi dengan mencatatkan kenaikan harga yang ‘tidak masuk akal’, seperti DYDX yang berhasil naik 385%, Threshold melambung tinggi sebesar 206,91%, dan FTM mencatatkan kenaikan sebesar 168,57%.

Sentimen pasar kripto mengalami kenaikan pesat pada pekan kedua bulan januari. Pada 10 Januari fear and greed index ditutup pada level 26, dan mengalami kenaikan hingga menyentuh puncaknya pada 30 Januari pada level 61, dengan kategori greed.
Arus Keluar (Outflow) Bitcoin Mendominasi
Selama periode bullish Januari 2023, jumlah Bitcoin yang keluar dari exchange lebih banyak dibandingkan arus masuk (inflow).
Perbedaan paling signifikan berada pada 13, 17, 20, dan 27 Januari. Terjadi arus keluar yang jauh lebih tinggi dibanding arus masuk.

Kenaikan harga pada 20 Januari mendorong adanya arus keluar keluar yang tinggi. Tercatat sebanyak 57.855 BTC keluar dari exchange untuk dipindahkan ke wallet external pada saat harga Bitcoin naik ke level $22,6K.
Wallet Penambang Bitcoin Lebih Aktif
Musim dingin kripto tahun 2022 menjadi ujian yang sangat berat untuk para penambang Bitcoin. Bagaimana tidak, penurunan harga yang terjadi berdampak pada menurunnya profitabilitas hingga tidak bisa menutupi biaya operasional.
Kenaikan harga Januari 2023 menjadi angin segar bagi para penambang, untuk melakukan penjualan hasil tambang mereka guna menutupi biaya operasional.

Berdasarkan data Cryptoquant, wallet terfiliasi sebagai penambang Bitcoin terlihat aktif mengirimkan Bitcoin mereka. Tercatat pada 14, 17, dan 19 Januari, Bitcoin m iners position index (MPI) mengalami lonjakan yang cukup tinggi, bahkan hingga mencapai level 3,96.
Nilai tinggi pada MPI menunjukan bahwa penambang mengirimkan lebih banyak aset kripto dari biasanya, dengan indikasi kemngkinan adanya aksi jual.
Pemegang Jangka Pendek Bitcoin Raup Untung
Pemegang jangka pendek Bitcoin (lebih dari 1 jam, dan kurang dari 155 hari) berhasil meraup untuk imbas dari kenaikan harga selama bulan Januari.
Berdasarkan data Cryptoquant, short term output ratio (SOPR) berada diatas level 1 sejak 8 Januari. Nilai diatas 1 pada SOPR mengindikasikan lebih banyak investor jangka pendek yang menjual dengan keuntungan.

Nilai dibawah 1, mengindikasikan lebih banyak investor jangka pendek melakukan aksi jual yang berujung rugi.
Sejak breakout pada 8 Januari, SOPR terlihat konsisten berada diatas level 1. Bahkan berhasil dua kali retest ke level 1,05 pada 14 dan 21 Januari.
Bitcoin Berpotensi Tinggalkan Area Bottom
Pada musim dingin 2022, banyak yang mempertanyakan apakah Bitcoin sudah berada pada area terendahnya atau belum.
Hal tersebut bisa terjawab dengan melihat pada MVRV Ratio, yang merupakan rasio kapitalisasi pasar terhadap cap realisasinya.

Singkatnya, MVRV bisa mengukur apakah Bitcoin sudah berada pada area terendahnya, atau area tertingginya
Secara historis, MVRV diatas level 3,7 menunjukan harga sudah memasuki area tertinggi, dan level dibawah 1 menunjukkan harga memasuki area terendahya.
Pada tanggal 13 Januari ketika harga Bitcoin menyentuh level $19.933, MVRV ratio bergerak diatas level 1. Hingga saat artikel ini dibuat, MVRV ratio masih konsisten untuk terus bergerak naik.
Kondisi tersebut bisa menjadi tolak ukur bahwa pergerakan harga Bitcoin sudah meninggalkan area terendahnya.


