Jalankan Skema Ponzi Terbesar di Dunia Kripto, Perempuan Bulgaria Ditangkap

Share :

Portalkripto.com — Otoritas Amerika Serikat (AS) berhasil menangkap Irina Dilkinska, salah satu pelaku penipuan token OneCoin, pada Selasa, 21 Maret 2023. Proyek OneCoin dikenal sebagai aksi penipuan skema ponzi terbesar di dunia kripto dengan kerugian hingga $4 miliar.

Dilkinska yang menjabat sebagai Kepala Hukum dan Kepatuhan OneCoin, didakwa melakukan wire fraud dan konspirasi untuk melakukan pencucian uang. Dari dua dakwaan itu, ia terancam hukuman 40 tahun penjara.

Perempuan kelahiran Bulgaria tersebut diduga membantu melakukan pencucian uang lebih dari $400 juta dari investor OneCoin. Setelah mengetahui rekan-rekannya menjadi buronan pihak berwajib, ia langsung menghancurkan bukti-bukti penipuan dan melarikan diri ke Bulgaria.

“Irina Dilkinska, yang menjabat sebagai Kepala Hukum dan Kepatuhan di skema piramida kripto OneCoin, melakukan aksi yang berkebalikan dari tugas dalam jabatannya dan diduga memuluskan OneCoin untuk melakukan pencucian uang jutaan dolar hasil ilegal melalui perusahaan cangkang,” ujar Jaksa AS Damian Williams, yang menangani kasus Dilkinska.

Menurut Williams, Dilkinska telah diekstradisi dari Bulgaria ke AS pada 20 Maret 2023. Perempuan itu dijadwalkan menjalani persidangan beberapa hari setelahnya.

Kasus OneCoin yang Menggemparkan

OneCoin didirikan oleh Ruja Ignatova dan Karl Sebastian Greenwood pada 2014. Untuk menarik investor, Ignatova menjanjikan lima hingga sepuluh kali lipat keuntungan kepada siapapun yang ingin berinvestasi di OneCoin. Investor juga akan mendapatkan komisi tambahan jika berhasil merekrut investor lain.

Investor yang termakan janji mulai merogoh kocek dalam-dalam. Dari 2014 hingga 2016, uang yang terkumpul mencapai $4 miliar. Sebanyak $50 juta di antaranya berasal dari investor di AS.

Meski diklaim sebagai ‘Bitcoin killer’, OneCoin tidak ditambang seperti yang diumbar Ignatova. Tokennya dibuat oleh software biasa. Harga OneCoin juga tidak bergantung pada permintaan dan penawaran pasar selayaknya kripto lain, melainkan dimanipulasi oleh para pendirinya sendiri.

Ignatova dan Greenwood, diduga sengaja membuat OneCoin dengan tujuan untuk menipu investor melalui skema Ponzi. Para investor mengaku tidak bisa menjual token OneCoin mereka.

Pada Oktober 2017, Ignatova menghilang dan keberadaannya belum diketahui sampai saat ini. Perempuan yang dijuluki cryptoqueen itu kemudian masuk dalam daftar 10 orang paling dicari oleh FBI bersama penjahat-penjahat kelas kakap lainnya.

Ruja Ignatova masuk dalam daftar buronan FBI. (sumber: FBI)

Sementara jalan kabur Greenwood tak semulus Ignatova. Pria tersebut ditangkap pada Juli 2018 di rumahnya di Koh Samui, Thailand, dan langsung diekstradisi ke AS.

Sedangkan adik Ignatova, Konstantin Ignatov, ditangkap pada Maret 2019 di Los Angeles International Airport. Irina Dilkinska menjadi kaki tangan Ignatova teranyar yang berhasil ditangkap oleh otoritas AS.