Inflasi di AS Masih di Atas 8%, Bitcoin dan Pasar Kripto Bereaksi

Share :

Portalkripto.com – Tingkat inflasi di Amerika Serikat masih berada dalam zona yang belum aman. Berdasarkan Consumer Price Index (CPI) atau indeks harga konsumen di negeri Paman Sam tersebut pada bulan September 2022 masih berada di level di atas 8%, yakni 8.2% year on year (yoy), lebih rendah 0.1% dari bulan Agustus (8.3%).

Meski indeks yang menjadi acuan tingkat inflasi ini turun untuk bulan ketiga berturut-turut, namun hal ini belum memenuhi ekspektasi banyak pihak yang mengharapkan penurunan hingga 0,2%. CPI yang masih berada di atas 8% masih menjadi momok bagi dunia ekonomi di AS.

Pengumuman CPI yang pada Kamis,13 Oktober 2022 ini menjadi pegangan pasar untuk membaca arah kebijakan bank sentral AS alias The Fed yang bakal menggelar rapat menentukan tingkat suku bunga pada 1-12 November 2022.

Para ahli percaya bank sentral akan menerapkan kenaikan suku bunga 75 basis poin lagi dalam pertemuan berikutnya.

Pasalnya, angka CPI yang keluar masih jauh di atas target inflasi The Fed sebesar 2%. Situasi ini mengindikasikan pembuat kebijakan akan mempertahankan retorika hawkish mereka dan terus menaikkan suku bunga secara agresif.

Dampak kepada BTC dan pasar kripto

Indeks harga konsumen yang baru dirilis ini memicu reaksi negatif dari pelaku pasar. Kekhawatiran akan potensi kembali menanjaknya inflasi tercermin dengan terkoreksinya sejumlah besar koin dan kapitalisasi pasar kripto.

“Kondisi ini menjadi sentimen negatif bagi pelaku pasar karena adanya ketakutan akan kenaikan inflasi di bulan yang akan datang,” terang Analis Portalkripto, Arli Fauzi.

Setelah pengumuman CPI keluar, harga sejumlah aset kripto langsung bereaksi negatif. Data Coin Metrics menunjukkan harga BTC turun 4% menjadi $18.388.00 dan ETH turun 6% menjadi $1.216.

Kapitalisasi pasar kripto turun sebesar 4,4% dengan market cap di bawah $900 miliar. Kapitalisasi pasar saat ini mendekati level terendah tahun 2022.

Sebanyak 86 dari 100 cryptocurrency teratas berdasarkan kapitalisasi pasar telah kehilangan nilainya dalam 24 jam terakhir. Sebanyak 58 di antaranya kehilangan 5% atau lebih.