IMF Khawatir dengan Korelasi Pertumbuhan Kripto dan Saham di Asia

Share :

Portalkripto.com — Dana Moneter Internasional (IMF) menyoroti korelasi antara kripto yang terus tumbuh dengan pasar saham yang diperdagangkan di bursa regional Asia. IMF menegaskan dalam unggahan di blog resminya tanggal 21 Agustus 2022, kekhawatirannya bahwa kripto dapat memicu ketidakstabilan keuangan, sekalipun mendatangkan manfaat seperti inklusi keuangan yang lebih besar.

IMF menyatakan sebagian besar negara di Asia sudah mengadopsi kripto baik sebagai perseorangan atau investor institusional. Hal itu sangat terlihat terutama di India, Vietnam, dan Thailand. Pertumbuhan kripto di Asia memunculkan isu penting tentang sejauh mana integrasi kripto ke dalam sistem keuangan.

Sebelum pandemi, industri kripto seperti terisolasi dalam sistem keuangan. Bitcoin dan aset lainnya menunjukkan sedikit korelasi dengan pasar saham Asia.

Namun saat pandemi perdagangan kripto melonjak tajam karena jutaan orang tinggal di rumah dan menerima bantuan dari pemerintah. Suku bunga yang rendah dan pembiayaan yang mudah berperan meroketkan kripto.

Menurut data IMF, nilai pasar total aset kripto dunia melonjak 20 kali lipat hanya dalam setengah tahun menjadi $3 triliun pada bulan Desember tahun lalu. Namun nilainya kemudian merosot menjadi kurang dari $1 triliun pada Juni karena kenaikan suku bunga bank sentral untuk menahan laju inflasi.

Sementara sektor keuangan tampaknya terisolasi dengan pergerakan tajam ini, namun tidak dengan siklus boom-bust di masa depan.


Kamu Bisa Baca Artikel Lain:

Outlook Pasar Crypto Akhir Agustus: Harap-harap Cemas Bitcoin

Amerika Serikat Diprediksi akan Hadapi Kondisi Inflasi yang Paling Parah


Penularan dapat menyebar baik melalui investor individu atau institusi yang memiliki aset kripto dan keuangan tradisional. Kerugian besar pada kripto dapat mendorong investor untuk menyeimbangkan kembali portofolio mereka sehingga menyebabkan volatilitas pasar keuangan atau bahkan default pada pasar tradisional.

Ketika investor Asia masuk ke kripto, korelasi antara kinerja pasar ekuitas dengan aset kripto seperti Bitcoin dan Ethereum meningkat secara signifikan khususnya sejak 2020. Padahal sebelum pandemi, korelasi return dan volatilitas antara Bitcoin dan pasar ekuitas Asia masih rendah.

Contoh kasusnya adalah korelasi return Bitcoin dengan pasar saham India meningkat 10 kali lipat selama pandemi. Korelasi ini menunjukkan manfaat diversifikasi risiko kripto yang terbatas. Sementara korelasi volatilitas meningkat 3 kali lipat, menunjukkan kemungkinan limpahan sentimen risiko di antara pasar kripto dan ekuitas.

Penyebab utama dari peningkatan keterkaitan pasar kripto dengan ekuitas di Asia mencakup meningkatnya penerimaan platform terkait kripto dan kendaraan investasi di pasar saham dan di pasar over-the-counter (OTC).

Lebih umum lagi disebabkan akibat meningkatnya adopsi kripto oleh investor ritel dan institusional di Asia. Banyak dari investor yang memiliki posisi penting di pasar ekuitas dan kripto.

Dalam catatan singkat pada Januari yang berjudul “Cryptic Connections: Spillovers between Crypto and Equity Markets”, IMF menemukan bahwa peningkatan korelasi ekuitas-kripto di Asia disertai dengan peningkatan tajam dalam limpahan volatilitas ekuitas-kripto di India, Vietnam, dan Thailand.

Hal ini menunjukkan semakin meningkatnya keterkaitan antara dua aset yang memungkinkan transmisi guncangan yang dapat berdampak pada pasar keuangan.

Oleh karena itu, pihak terkait di Asia semakin sensitif terhadap meningkatnya risiko yang ditimbulkan oleh kripto karena adopsi terus menyebar. Kini, mereka mengalihkan fokusnya pada regulasi kripto, termasuk India, Vietnam dan Thailand yang sedang gencar menggodok “aturan main” nya.

IMF juga menggarisbawahi kesenjangan untuk mendapatkan data penting soal ekosistem kripto yang masih menghalangi regulator domestik dan internasional untuk sepenuhnya memahami kepemilikan dan penggunaan kripto dan persimpangannya dengan sektor keuangan tradisional.

Kerangka peraturan untuk kripto di Asia harus disesuaikan dengan penggunaan utama aset tersebut negara bersangkutan. Mereka harus menetapkan panduan yang jelas tentang lembaga keuangan yang mengaturnya dan terpenting adalah melindungi penggunanya.

Pada akhirnya, agar sepenuhnya efektif, regulasi kripto harus dikoordinasikan secara erat di seluruh yurisdiksi.