Ringkasan
- Bitcoin naik mendekati US$95.000 pada awal 2026, level tertinggi dalam enam minggu terakhir.
- Open interest BTC masih stagnan di sekitar US$31,4 miliar, 34% di bawah puncak Oktober 2025.
- Tekanan jual masih terlihat di pasar spot, dengan order book condong ke sisi penjual dan permintaan AS melemah.
- Pasar opsi menunjukkan perbaikan sentimen, namun reli dinilai masih didorong short-covering, bukan beli agresif.
Kenaikan harga Bitcoin di awal 2026 mendorong aset kripto terbesar tersebut mendekati US$95.000, level tertinggi dalam enam pekan terakhir. Meski prospek pasar kripto secara umum mulai membaik, data posisi perdagangan menunjukkan bahwa sentimen investor masih cenderung berhati-hati.
Berdasarkan data Tradingview, Bitcoin sempat menyentuh puncak US$94.420 pada Senin, 5 Januari 2026, atau naik sekitar 7,7% dibandingkan harga pembukaan awal tahun di US$87.611.
Namun demikian, reli ini belum diiringi peningkatan signifikan pada posisi derivatif. Data CryptoQuant menunjukkan open interest agregat Bitcoin masih stagnan di kisaran US$31,4 miliar, atau sekitar 34% lebih rendah dibandingkan puncak 10 Oktober yang mencapai US$47,8 miliar.

Hal ini mengindikasikan bahwa meskipun ada posisi baru yang masuk, minat investor masih jauh di bawah level saat pasar berada di puncaknya.
Tekanan Jual Masih Terlihat
Tekanan jual juga masih terlihat di pasar spot. Menurut data CoinGlass, reli sejak 2 Januari disertai dengan order book yang condong ke sisi jual (ask-skewed) pada kedalaman 5% dan 10% dari harga saat ini, menandakan bahwa penjual masih memegang kendali.
Sementara itu, indikator Coinbase Premium tetap berada di zona negatif, yang mencerminkan lemahnya permintaan Bitcoin dari investor AS.
BACA JUGA: Tahun 2025 Arus Dana Masuk ke Aset Kripto Capai Rp787 Triliun
Meski pasar kontrak perpetual terlihat rapuh, pasar opsi menunjukkan sinyal yang lebih konstruktif. Indikator 7-day 25-delta skew, yang mencerminkan premi perlindungan terhadap penurunan harga, baru-baru ini berbalik ke zona positif.
Hal ini mengindikasikan bahwa pemulihan harga telah mengurangi kebutuhan investor untuk mengambil posisi bearish. Sementara itu, skew 30 hari masih negatif, namun sudah mendekati titik netral, berdasarkan data Deribit.
Jangan Terlalu Agresif
Dalam catatan riset terbarunya, perusahaan perdagangan asal Singapura QCP Capital menyebut bahwa posisi di pasar opsi semakin membaik, ditandai dengan berkurangnya put skew di seluruh tenor.
Selain itu, lebih dari 3.000 kontrak opsi call Bitcoin dengan strike US$100.000 untuk jatuh tempo 30 Januari 2026 telah dibeli sejak pekan lalu.
Meski demikian, QCP tetap mengingatkan agar investor tidak terlalu agresif. Mereka menilai sebagian besar permintaan terhadap eksposur kenaikan harga berasal dari strategi opsi yang memanfaatkan volatilitas besar ke dua arah, bukan dari aksi beli dengan keyakinan kuat.
Aktivitas tersebut mengindikasikan bahwa reli Bitcoin saat ini sebagian didorong oleh aksi short-covering, ketika trader menutup posisi bearish mereka, alih-alih oleh arus pembelian baru yang benar-benar mencerminkan keyakinan pasar jangka panjang.


