Ringkasan Berita
- Bitcoin mendekati US$90.000 setelah sempat turun dari puncak US$97.000, didorong sentimen positif dari pernyataan Presiden AS Donald Trump.
- Trump menjanjikan regulasi kripto pro-industri dan menegaskan AS ingin tetap menjadi pusat kripto dunia, termasuk penandatanganan Genius Act.
- Pasar global masih berhati-hati akibat ketegangan geopolitik dan lonjakan imbal hasil obligasi Jepang ke level tertinggi sejak 1999.
- Analis menilai level pembukaan 2026 jadi area kunci yang berpotensi menjadi fondasi reli Bitcoin berikutnya jika support bertahan.
Bitcoin berupaya merebut kembali level $90.000 pada perdagangan Kamis, 22 Januari 2026 seiring janji Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk segera menandatangani regulasi yang berpihak pada industri kripto.
Saat laporan ini ditulis, harga Bitcoin berada di level $89.800. Aset kripto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar ini sempat anjlok beruntun sejak 15 Januari 2026 dari level tertingginya sejak Desember 2025 di level $97 ribu.

Trump janjikan regulasi kripto “dalam waktu dekat”
Namun, pergerakan harga BTC saat ini mulai menunjukan recovery setelah Trump menyampaikan pidato di World Economic Forum di Davos, Swiss.
“Untuk mendorong inovasi, tabungan, dan pembiayaan, saya juga berupaya memastikan Amerika Serikat tetap menjadi pusat kripto dunia. Untuk itu, saya telah menandatangani Genius Act menjadi undang-undang,” ujar Trump, Rabu 21 Januari 2026.
Ia menambahkan bahwa Kongres saat ini tengah bekerja keras menyusun regulasi struktur pasar kripto, termasuk Bitcoin dan aset digital lainnya.
“Undang-undang tersebut saya harap bisa segera saya tandatangani, agar membuka jalan baru bagi masyarakat Amerika untuk meraih kebebasan finansial,” kata Trump.
Trump juga menegaskan bahwa ia tidak akan menggunakan kekuatan militer untuk mengambil alih Greenland, pernyataan yang disambut positif oleh pasar saham. Indeks S&P 500 tercatat naik sekitar 0,5% pada saat laporan ini disusun.
“Pasar saham akan berlipat ganda,” kata Trump, merujuk pada Dow Jones Industrial Average. “Kita akan menembus level 50.000, dan pasar saham itu akan naik dua kali lipat dalam waktu yang relatif singkat.”
BACA JUGA: Harga Bitcoin Terkoreksi, Tekanan Jual Melemah dan Minat Institusi Mulai Kembali
Obligasi Jepang menahan antusiasme pasar
Pernyataan Trump muncul di tengah penantian pasar terhadap potensi pembalasan dagang Uni Eropa terkait isu Greenland. Di sisi lain, pasar obligasi Jepang kembali menjadi sorotan global—faktor yang secara historis sensitif bagi pasar kripto.
Menurut laporan terbaru “Asia Color” dari QCP Capital, imbal hasil obligasi pemerintah Jepang tenor 10 tahun telah naik ke kisaran 2,29%, level tertinggi sejak 1999.
“Kenaikan ini membuka kerentanan fiskal yang serius. Utang pemerintah Jepang kini melampaui 240% dari PDB, dengan total utang mendekati ¥1.342 triliun. Biaya layanan utang diperkirakan akan menyerap sekitar seperempat belanja fiskal pada 2026,” tulis QCP Capital.
QCP menambahkan bahwa meningkatnya imbal hasil membuat keberlanjutan fiskal Jepang mulai dipertanyakan secara terbuka, dan dampaknya berpotensi menyebar ke pasar obligasi global, menjadikan Jepang sebagai salah satu pemicu volatilitas utama.
Trading resource The Kobeissi Letter juga memperingatkan bahwa permintaan obligasi pemerintah Jepang tengah anjlok. “Krisis pasar obligasi Jepang semakin dalam,” tulisnya dalam unggahan di X.
Level pembukaan 2026 masih jadi magnet harga Bitcoin
Pergerakan harga Bitcoin sepanjang Januari tahun ini kembali mendekati level pembukaan tahun 2026. Pergerakan ini sekaligus menutup celah (gap) pada pasar Bitcoin futures CME Group, sehingga kini hanya menyisakan gap di atas harga saat ini—yang bisa menjadi fondasi bagi reli lanjutan.
“$BTC memiliki dinding beli yang kuat. Ini menunjukkan bahwa garis support berada dalam kondisi solid,” ujar trader CW.
Sementara itu, analis Daan Crypto Trades menyarankan pelaku pasar untuk mencermati level terendah lokal. Ia bahkan menilai akan sehat bagi pergerakan harga Bitcoin jika sempat menembus tipis di bawah level pembukaan 2026 sebelum melanjutkan tren berikutnya.


