Harga Bitcoin Masih Rapuh, Support Kunci di $76.000

Harga Bitcoin berpotensi turun
Share :

Ringkasan Berita

  • Harga Bitcoin dinilai belum menunjukkan kekuatan tren baru dan kenaikan terbaru dianggap hanya sebagai reset dalam tren bearish.
  • BTC kembali melemah ke area US$90.000 setelah gagal mempertahankan kenaikan mendekati US$95.000 di awal 2026.
  • Analis menyoroti zona support krusial di kisaran US$87.500–US$89.000, dengan potensi sell on rally jika harga memantul.
  • Sejumlah trader memperkirakan Bitcoin masih berisiko turun hingga US$76.000 sebelum membentuk fondasi pemulihan jangka panjang.

 

Harga Bitcoin (BTC) saat ini dinilai masih berada di jalur yang belum kokoh. Sejumlah analis menilai kenaikan harga dalam beberapa pekan terakhir belum cukup kuat untuk mengubah tren bearish dan hanya berfungsi sebagai “reset” sebelum penurunan lanjutan.

Prediksi Bitcoin Menuju $76.000

Pelaku pasar masih kesulitan membangun narasi bullish berdasarkan pergerakan harga Bitcoin sepanjang awal 2026. Setelah hampir menyentuh US$95.000, BTC kembali turun mendekati harga pembukaan tahunan dan kini berada di sekitar US$90.000, dengan risiko menembus level tersebut dalam perdagangan harian.

“Upaya breakout pertama Bitcoin adalah penolakan yang sangat jelas,” ujar Keith Alan, salah satu pendiri Material Indicators, melalui platform X.

BTC/USD 1 day. Source: Keith Alan/X

Ia menambahkan bahwa fokus pasar kini tertuju pada zona support teknikal di rentang US$87.500–US$89.000. Menurutnya, terbentuknya macro death cross pada grafik mingguan yang diperkirakan muncul akhir bulan ini membuat setiap kenaikan harga berpotensi menjadi momentum jual.

“Saya melihat setiap kenaikan dari level saat ini sebagai peluang sell on rally, sampai ada bukti kuat yang menunjukkan sebaliknya,” kata Alan.

Pandangan pesimistis ini juga diamini trader lain. Roman, analis yang sepanjang 2025 telah memperingatkan potensi pelemahan makro Bitcoin, kembali menegaskan target jangka pendek di level US$76.000.

“Kita sekarang di 89 ribu, dan penurunan masih berlanjut,” ujarnya. “Saya masih yakin BTC akan menuju 76 ribu. Pergerakan sideways saat ini hanyalah reset, dan belum ada tanda pembalikan tren. Timeframe besar masih sangat bearish.”

BACA JUGA: Prediksi Harga Bitcoin di Awal 2026, Bergerak Lambat Atau ada Kejutan?

Rebound Harga Dinilai Perlu Volatilitas Lebih Besar

Sementara itu, sejumlah analis menilai rentang perdagangan Bitcoin pada Januari kemungkinan tidak akan bertahan lama. Trader Daan Crypto Trades menyebut volatilitas baru justru dibutuhkan agar pasar membentuk fondasi yang lebih sehat.

“Sangat kecil kemungkinan level terendah dan tertinggi bulanan akan bertahan,” tulisnya di X.

“Dalam dua tahun terakhir, 100% bulan selalu membentuk ekor candle lebih panjang ke bawah dibanding bulan ini. Candle yang langsung naik dari harga pembukaan sering kali menjadi sinyal kewaspadaan.”

Saat ini, level terendah Januari berada di kisaran US$87.500. Menurut Daan, penembusan ke bawah level tersebut justru akan membantu Bitcoin membangun dasar harga yang lebih kuat untuk pemulihan jangka panjang.

“Secara pribadi, saya justru lebih memilih harga menembus level rendah tersebut agar semua sinyal peringatan ini terselesaikan, sehingga pasar bisa mulai menemukan titik dasar yang lebih solid. Jika tidak, risiko pembalikan di kemudian hari tetap besar,” pungkasnya.