Ringkasan Berita
- Bitcoin (BTC) kembali jatuh di bawah $120.000 setelah data pasar menunjukkan sinyal bearish yang kuat.
- Tekanan jual meningkat hampir 3% per hari, dengan trader memperkirakan potensi koreksi hingga 10%.
- Analis menilai penurunan dapat berlanjut menuju area dukungan di $114.000–$108.000 jika tren bearish berlanjut.
- Volume rendah dan divergensi bearish pada grafik mingguan menunjukkan momentum bullish mulai melemah.
Harga Bitcoin (BTC) kembali tertekan di bawah level penting $120.000 pada Kamis, 9 Oktober 2025, setelah data pasar menunjukkan sinyal bearish yang semakin kuat. Tekanan jual membuat trader memperkirakan potensi penurunan lanjutan hingga 10% dalam waktu dekat.
Setelah pembukaan pasar Wall Street, BTC sempat mendekati titik terendah mingguan di sekitar $121.000 sebelum akhirnya menembus ke bawah level dukungan utama. Penurunan harian mencapai hampir 3%, menandakan dominasi penjual yang kembali menekan fase price discovery.

Menurut analis pasar kripto Skew, likuiditas beli di kisaran $121.000–$120.000 masih terlihat di bursa, namun belum cukup kuat menahan tekanan jual. “Pasar kemungkinan akan didominasi oleh posisi short baru dalam waktu dekat,” ujarnya di platform X.

Sementara itu, tim Material Indicators mencatat bahwa Bitcoin kini menghadapi ujian level support harian ketiga berturut-turut di garis tren utama.
Jika level ini kembali ditembus, target koreksi berikutnya berada di area $114.000, bahkan berpotensi turun menuju $108.000 — level bawah lokal yang sebelumnya terbentuk di Oktober.

Data CoinGlass menunjukkan lemahnya dukungan beli di bawah $120.000, sementara tekanan jual semakin menumpuk di atas harga saat ini. Trader lain, Roman, memperingatkan bahwa divergensi bearish dan penurunan volume perdagangan pada grafik mingguan dan bulanan menandakan momentum bullish Bitcoin mulai melemah.

Meski sempat mencetak rekor tertinggi baru bulan lalu, para analis menilai peluang breakout positif di bulan Oktober semakin kecil — dengan sebagian besar pelaku pasar kini bersiap menghadapi fase konsolidasi lebih panjang.


