Harga Bitcoin Kembali Turun, Akankah Kembali Sentuh Level $120 Ribu?

Share :

🔍 Ringkasan Berita:

  • Harga BTC turun ke $112 ribu setelah data nonfarm payrolls AS hanya mencatat 73.000 pekerjaan, jauh di bawah ekspektasi.
  • Ekspektasi pasar kini condong ke arah pemangkasan suku bunga oleh The Fed pada September 2025.
  • Tekanan jual diduga bersifat sementara, karena data likuiditas menunjukkan potensi rebound ke area $120 ribu.
  • Analisis teknikal menunjukkan pola pergerakan harga serupa dengan awal tahun, membuka peluang kenaikan lanjutan.

Baca Juga: Bitcoin Berpotensi Turun ke $110.000, Begini Skemanya

 

 

Harga Bitcoin (BTC) menolak melanjutkan level $116 ribu dan malah semakin terkoreksi ke area $112 ribu pada perdagangan Sabtu, 2 Agustus 2025. Kendati demikian, para analis masih optimis Bitcoin akan kembali rebound setelah menyentuh level support kuatnya.

Grafik Bitcoin
BTC/USDT 1 Day Tradingview

Mengapa Harga Bitcoin Turun?

Penurunan harga Bitcoin kali ini tak lepas dari rilisnya data ketenagakerjaan AS untuk bulan Juli 2025. Laporan nonfarm payrolls menunjukkan penambahan hanya 73.000 pekerjaan, jauh di bawah ekspektasi analis yang memperkirakan 100.000 pekerjaan.

Data ini memberi sinyal bahwa pasar tenaga kerja mulai melemah.

Pelemahan tersebut memicu spekulasi bahwa Federal Reserve mungkin akan memangkas suku bunga lebih cepat, hanya beberapa hari setelah Ketua The Fed, Jerome Powell, menyampaikan pernyataan hawkish terkait kebijakan suku bunga ke depan.

CME
Perbandingan target suku bunga The Fed untuk rapat FOMC bulan September. Sumber: CME Group

Menurut data dari CME Group FedWatch Tool, ekspektasi pasar kini kembali condong pada kemungkinan pemangkasan suku bunga dalam rapat FOMC bulan September.

Revisi Data Pekerjaan Jadi Sorotan

Menanggapi data terbaru, akun analis pasar The Kobeissi Letter menyampaikan keprihatinan atas revisi besar-besaran data pekerjaan bulan Mei dan Juni. Mereka menyebut ada dua kemungkinan:

“1. Pasar tenaga kerja AS benar-benar menuju resesi. 2. Ada yang sangat keliru dalam data ini,” tulisnya di X.

Mereka menyoroti bahwa tingkat pengangguran meningkat, dan sekitar 258.000 pekerjaan ‘hilang’ dari data resmi hanya dalam dua bulan terakhir.

Presiden AS Donald Trump juga menanggapi kondisi ini, menambah tekanan politik terhadap Jerome Powell untuk segera memangkas suku bunga.

Analisis BTC: Potensi Rebound Menuju $120.000

Sementara itu, analis pasar kembali menyoroti peta likuiditas di order book bursa untuk memetakan pergerakan harga BTC berikutnya.

Terlihat bahwa terdapat akumulasi besar potensi likuidasi posisi short di kisaran $120.000, yang kemungkinan besar menjadi target selanjutnya.

“Hanya masalah waktu sebelum Bitcoin menyentuh area itu,” kata investor kripto Ted Pillows, mengacu pada data likuiditas dari CoinGlass.

BTC order-book liquidity heatmap. Source: Ted Pillows/X

Data tambahan dari akun analitik populer TheKingfisher menunjukkan bahwa trader di Bitfinex mulai membeli saat harga berada di bawah $115.000, sinyal bahwa permintaan mulai tumbuh di level bawah ini.

Sementara itu, analis teknikal CrypNuevo mencatat bahwa aksi harga BTC saat ini sangat mirip dengan pola awal tahun, membuka peluang bagi reli lebih lanjut jika tekanan beli terus meningkat.

“Sumbu panjang (long wick) dan gap CME sudah terisi. Aksi harga (price action) saat ini meniru pola struktur yang sama seperti akhir Januari lalu,” tulis CrypNuevo di akun X, 1 Agustus 2025.