📉 Ringkasan Berita
- Bitcoin turun lebih dari 2% ke $118.985 saat pasar Wall Street dibuka, setelah gagal mempertahankan level $120.000.
- Lebih dari $500 juta posisi derivatif dilikuidasi dalam 24 jam terakhir, menurut CoinGlass.
- Data heatmap menunjukkan peningkatan likuiditas jual mendekati harga pasar saat ini.
- Analis Michaël van de Poppe menyebut ini sebagai “sapuan likuiditas” dan bukan breakout sejati.
- Trader Crypto Virtuos memperkirakan koreksi bisa menyentuh $113.000 sebelum rebound ke target $138.000.
- Glassnode memperingatkan “gelembung” mulai terbentuk di pasar altcoin akibat tingginya open interest dan leverage.
Baca Selengkapnya….
Harga Bitcoin (BTC) turun ke level di bawah $118.000 saat pembukaan pasar waktu Asia, Kamis 24 Juli 2025. Secara teori pergerakan ini tampaknya merupakan aksi klasik yang disebut likuiditas sweep atau pengambilan likuiditas, seiring para trader mulai mengincar target dasar harga baru.

Data TradingView menunjukkan bahwa BTC turun lebih dari 1% dalam sehari. Setelah sempat menembus $120.000 setelah pembukaan harian, tekanan jual segera mendominasi dan mendorong harga kembali turun.
Pergerakan Likuiditas Klasik Dimulai
Penurunan ini sebenarnya sudah tampak dari data likuiditas di order book bursa yang berpotensi turun kembali ke zona $117.500.
Menurut data dari CoinGlass, dalam 24 jam terakhir, lebih dari $500 juta posisi derivatif terjaditerlikuidasi. Selain itu, terlihat penambahan likuiditas jual (ask) yang signifikan mendekati harga pasar saat ini.
“Likuiditas dari posisi long dan short leverage tinggi saat ini sangat menggiurkan,” tulis CoinGlass dalam unggahan di platform X.

BACA JUGA: Unrealized Profit BTC Binance Tembus Rekor di Tengah Lonjakan Aktivitas Bursa
Pasar Mengincar Koreksi Lebih Dalam
Beberapa analis menyebut struktur pasar saat ini menunjukkan peluang koreksi harga BTC yang lebih dalam, guna menguatkan dukungan (support) jangka pendek.
“Ini bukan breakout sebenarnya pada $BTC,” kata analis kripto dan entrepreneur Michaël van de Poppe. “Hanya sapuan likuiditas dan kembali ke dalam rentang. Kemungkinan besar kita akan menguji ulang level rendah sebelumnya.”

Sementara itu, trader populer Crypto Virtuos menyarankan bahwa target penurunan berikutnya bisa mencapai $113.000, didasarkan pada level retracement Fibonacci penting di angka 0,618.
“Saya pikir kita mungkin melihat koreksi pendek sekitar 6–7%, yang akan membawa harga ke level 113K sebelum potensi dorongan naik berikutnya,” tulisnya.
Meski begitu, ia tetap optimistis terhadap potensi pemulihan harga. Menurut analisis Fibonacci, target jangka menengahnya berada di $138.000.

Peringatan untuk Altcoin
Di sisi lain, firma analitik on-chain Glassnode memperingatkan bahwa pasar kripto saat ini, khususnya di sektor altcoin, mulai menunjukkan tanda-tanda “froth” atau gelembung spekulatif.
Menurut laporan mingguan The Week Onchain, tingginya open interest (OI) di pasar derivatif membuat pasar lebih rentan terhadap volatilitas tajam.

“Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar mulai terbentuk gelembung dan bisa lebih mudah terkena volatilitas ekstrem,” tulis Glassnode.
“Leverage tinggi cenderung memperkuat volatilitas ke atas maupun ke bawah, sehingga membuat pasar menjadi lebih rapuh dan reflektif.”



