Portalkripto.com —Â Exchange kripto dan penyedia layanan wallet digital, BlockFi, menghentikan sementara fitur penarikan pada Jumat, 11 November 2022. Penghentian ini diklaim merupakan imbas dari krisis likuiditas yang tengah dialami exchange kripto FTX.
“Kami terkejut dan cemas mendengar kabar mengenai FTX dan Alameda. Kami, sama seperti semua orang di dunia, baru mendengar situasi ini dari Twitter,” tulis akun Twitter resmi BlockFi.
Platform tersebut juga meminta pelanggan untuk sementara tidak melakukan penyetoran ke BlockFi Wallet dan Interest Accounts sampai batas waktu yang tidak ditentukan.
— BlockFi (@BlockFi) November 11, 2022
BlockFi mengaku terpaksa harus membatasi operasional karena belum ada kejelasan dari FTX.com, FTX.us, dan Alameda Research, tiga perusahaan Sam Bankman-Fried.
“Prioritas kami adalah melindungi klien kami dan kepentingannya,” tambah BlockFi.
Pengumuman ini disampaikan dua hari setelah pendiri dan Chief Operating Officer (COO) BlockFi Flori Marquez mengatakan BlockFi tidak terdampak krisis yang dialami FTX. Ia mengungkapkan, BlockFi memiliki pinjaman sebesar $400 juta dari FTX.us, bukan FTX.com.
“BlockFi adalah entitas bisnis independen. … dan akan tetap menjadi entitas independen setidaknya sampai Juli 2023,” ujarnya di Twitter.
1) All @BlockFi products are fully operational.
— Flori Marquez (@FounderFlori) November 8, 2022
Bailout FTX untuk BlockFi
BlockFi menjadi salah satu startup dengan pertumbuhan paling signifikan dalam industri kripto dengan valuasi mencapai $5 miliar. Namun posisinya sempat berada di ujung tanduk saat platform kripto Three Arrow Capital (3AC) bangkrut dalam bear market tahun ini.
Pada 13 Juni 2022, perusahaan tersebut harus memecat 20% karyawannya dengan alasan efisiensi. Padahal sebelumnya BlockFi membuka rekrutmen besar-besaran hingga memiliki 850 karyawan.
Di tengah kerugian puluhan juta dolar yang dialami BlockFi, FTX menawarkan diri untuk memberikan uluran tangan.
CEO FTX Sam Bankman-Fried mengumumkan, FTX.us telah memberikan bailout atau bantuan kredit sebesar $250 juta kepada BlockFi pada 21 Juni 2022, untuk menyelamatkan platform itu dari krisis likuiditas. Nilai tersebut kemudian bertambah menjadi $400 juta, seperti klaim Flori Marquez.
1) Today we’re injecting $250m into BlockFi and partnering with them so they can navigate the market from a position of strength.https://t.co/nocsdi0GLF
— SBF (@SBF_FTX) June 21, 2022
CEO BlockFi Zac Prince saat itu mengatakan, perusahaannya telah menandatangani term sheet fasilitas kredit bergulir dengan FTX.us. Aliran modal baru ini kemudian digunakan untuk meningkatkan neraca perusahaan.
Fasilitas kredit bergulir adalah jenis kredit yang memungkinkan debitur untuk menarik uang, menggunakannya untuk mendanai bisnis, membayarnya kembali, dan kemudian menariknya kembali saat membutuhkannya.
Hampir Diakuisisi FTX.US
Bankman-Fried memajukan langkahnya dengan pilihan akuisisi terhadap BlockFi dengan nilai kesepakatan maksimal $240 juta. Namun, pada Juli 2022, nilai akuisisi BlockFi dilaporkan turun hingga $25 juta, yang kemudian dibantah oleh Zac Prince.
Coindesk melaporkan, FTX.us bersedia menambah nilai akuisisi sebesar $25 juta jika BlockFi mendapatkan izin Komisi Bursa dan Sekuritas (SEC) AS atas produk BlockFi Yield.
FTX.us juga akan menambah $100 juta lagi jika jumlah aset klien BlockFi bisa mencapai $10 miliar. Syarat ini cukup sulit karena pada akhir kuartal dua 2022, jumlah aset klien BlockFi hanya $4,4 miliar.
Terakhir, FTX.us juga bersedia menambah nilai akuisisi sebesar 25% dari pendapatan operasional tahunan BlockFi hingga maksimal $100 juta. Namun, BlockFi sudah memproyeksikan kerugian pada tahun ini.
Menurut Zac Prince, kesepakatan akuisisi belum bisa dicapai sampai Oktober 2023. Sampai batas waktu itu, katanya, BlockFi memiliki kesempatan untuk menaikkan nilainya dari nilai yang ditawar oleh FTX.
Meski hampir bangkrut, BlockFi dilihat sebagai platform yang strategis dan sesuai dengan misi FTX. Platform tersebut memiliki aset klien bernilai miliaran dolar dan berkesempatan untuk mendapatkan izin mengoperasikan produk yield (imbal hasil).
Jika akuisisi berjalan, yang akan didapatkan FTX lebih dari keuntungan, tetapi juga teknologi, brand, hingga kekayaan intelektual BlockFi.
Terseret Krisis FTX
Apapun bisa terjadi di industri kripto, termasuk ambruknya platform exchange kripto terbesar kedua di dunia, seperti FTX. Tingginya eksposur terhadap dana FTX membuat BlockFi mau tak mau harus ikut menanggung akibatnya.
Pernyataan resmi BlockFi yang dirilis hari ini mengisyaratkan bahwa platform tersebut belum mengkomunikasikan apapun dengan FTX dan FTX.us terkait nasibnya. Sambil menunggu kejelasan dari FTX, BlockFi kemudian menghentikan aktivitas penarikan dana pelanggan.
Kondisi krisis yang sama sekali lagi dialami BlockFi dalam bear market tahun ini. Jika pada Juni lalu FTX menyelamatkan BlockFi dari kebangkrutan Three Arrow Capital, lalu siapa yang akan menyelamatkan BlockFi dari kehancuran FTX sekarang?


