Google Cloud Umumkan Diri Menjadi Validator di Jaringan Solana

Share :

Portalkripto.com — Google Cloud mengumumkan bahwa mereka sekarang menjalankan fungsi validator di blockchain Solana dan akan menambahkan fitur lainnya yang tujuannya untuk menyambut pengembang Solana dan para node.

Hal tersebut disampaikan Google Cloud dalam konferensi Breakpoint Solana di Lisbon, Sabtu, 5 November 2022.

Pada saat penulisan, harga SOL naik 3,17% dalam 24 jam terakhir menjadi $36,20.

Pergerakan harga SOL dalam 24 jam terakhir. (Sumber Coinmarketcap)

Dalam utasnya, Google Cloud mengungkapkan bahwa selain menjalankan validator Solana untuk berpartisipasi dan memvalidasi jaringan, mereka juga berencana untuk membawa Blockchain Node Engine ke rantai Solana pada tahun 2023.

Blockchain Node Engine adalah layanan hosting node yang dikelola sepenuhnya oleh mereka yang dijalankan oleh provider yang sudah mendukung blockchain Ethereum.

Google menjelaskan layanan baru ini akan membantu pengembang untuk membangun dan menyebarkan produk baru pada platform berbasis blockchain.

“Kami ingin menjalankan node Solana dengan satu klik dengan cara yang hemat biaya,” kata manajer produk Google Web3 Nalin Mittal.

Google Cloud juga mengumumkan sekarang mengindeks data Solana dan menambahkannya ke gudang data BigQuery yang akan memudahkan ekosistem pengembang Solana untuk mengakses data historis. Fitur ini akan diluncurkan pada kuartal pertama tahun 2023.

Pendiri Solana, Anatoly Yakovenko, mengatakan masuknya Solana ke dalam gudang data BigQuery adalah sebuah kemajuan yang signifiknan

Mittal juga menambahkan bahwa Google Cloud akan memberikan pendanaan hingga $100.000 untuk startup terpilih di ekosistem Solana.

Google Cloud Ekspansi ke Blockchain

Ekpansi bisnis Google Cloud ke dalam industri blockchain dan kripto semakin gencar.

Bulan lalu mereka menjalin kerja sama dengan exchange aset kripto Coinbase untuk menerima pembayaran kripto bagi layanan cloud.

Vice President Google Cloud, Amit Zavery, mengatakan pembayaran kripto hanya akan diterima dari pelanggan yang sudah aktif di Web3 melalui Coinbase Commerce, platform pembayaran kripto khusus bisnis.

Coinbase Commerce sendiri saat ini sudah mendukung sedikitnya sepuluh kripto, termasuk Bitcoin, Ethereum, Dogecoin, dan Tether. Menurut CNBC, Google juga memiliki rencana untuk mengekspor Coinbase Prime, layanan kustodian untuk menyimpan dan memperdagangkan kripto.

Di bulan Oktober juga, Google Cloud berkolaborasi dengan jaringan blockchain Near Protocol (NEAR) menyediakan infrastruktur bagi platform startup Near Web3, Pagoda.

Kemitraan ini akan meningkatkan inovasi di mana developer dijanjikan kemudahan membangun proyek aplikasi terdesentralisasi (DApps) dan Web3 di ekosistem blockchain Near.

Google Cloud bakal menyediakan infrastruktur untuk penyedia node Remote Procedure Call (RPC) NEAR ke Pagoda.

Selain dengan Coinbase dan NEAR, pada September, Google Cloud membangun akses ke cloud dalam ekosistem BNB.

Di bulan yang sama, Google Cloud mencapai kesepakatan dengan Sky Mavis untuk menjalankan node validator di jaringan Ronin, sidechain Ethereum yang dibuat oleh kreator game Axie Infinity, Sky Mavis.