Portalkripto.com — Ethereum Merge akan dilaksanakan kurang dari seminggu lagi. Transisi yang banyak dinantikan pelaku industri kripto ini, mendapat sorotan dari pengembang Google.
Salah satu pengembang Google Cloud, Sam Padilla, mengaktifkan countdown atau hitung mundur Ethereum Merge di mesin peramban Google.
Saat seseorang mengetikan atau mencari kata Ethereum Merge, maka akan ditampilkan hitung mundur, hashrate, tingkat kesulitan, dan kesulitan gabungan secara real time.
Pencarian kata The Merge melonjak tinggi selama beberapa minggu terakhir. Google memperkirakan bahwa pencarian tersebut akan terus meningkat di hari-hari yang akan datang.
Negara-negara yang paling antusias mencari The Merge adalah Luksemburg, St. Helena, Singapura, Makedonia Utara, dan Lithuania. Sementara di benua Eropa, yang tertinggi adalah Swiss di urutan 7. Negara besar lainnya, China dan AS masing-masing di posisi 17 dan 18.
Dalam tampilan pencarian Ethereum Merge, diilustrasikan dua beruang dengan warna hitan dan putih. Semakin dekat dengan waktu The Merge, maka jarak kedua beruang tersebut semakin dekat. Saat The Merge dimulai, maka keduanya akan melebur.
Beruang hitam mewakili lapisan eksekusi dan beruang putih sebagai lapisan konsensus.
Gladi Bersih Ethereum Merge
Diberitakan portalkripto.com sebelumnya, Ethereum berhasil melakukan gladi bersih transisi jaringan Ethereum ke proof-of-stake (PoS) dengan meluncurkan shadow fork terakhir pada Sabtu, 10 September 2022.
The Merge sendiri diperkirakan akan berlangsung antara 13 dan 15 September mendatang.
Shadow fork ke-13 mainnet Ethereum ini diluncurkan lebih awal hari ini. Peluncuran shadow fork ini berfungsi untuk mengetahui apakah akan ada masalah yang berpotensi terjadi saat The Merge dan sebagai simulasi transisi mainnet dari mekanisme konsensus proof-of-work (PoW) ke PoS.
Dikutip dar Decrypt.co Decrypt, pengembang inti Ethereum, Marius Van Der Wijden, mengatakan, shadow fork terakhir jaringan berhasil digunakan tanpa hambatan. Sebelumnya, upgrade Bellatrix yang dilakukan pekan lalu sempat mengalami masalah dengan melonjaknya ‘missed block rate’ hingga 1.700%
Metrik ‘missed block rate’ mengukur seberapa sering jaringan Ethereum gagal memverifikasi blok transaksi yang harusnya divalidasi. Biasanya hanya 0,5 blok yang mengalami masalah ini, tetapi setelah update Bellatrix dilakukan, angka itu melonjak menjadi 9%.
Pengembang Ethereum mencatat, hal itu terjadi karena operator node belum memperbarui software mereka. Operator node adalah individu atau organisasi yang menjaga infrastruktur backend jaringan Ethereum agar tetap beroperasi.
Saat upgrade Bellatrix, 25,2% operator node Ethereum masih belum melakukan upgrade perangkat lunak mereka. Saat ini, angka itu turun menjadi 15,4%, per Ethernodes.
Pengembang inti Ethereum lainnya, Terence Tsao, mengatakan shadow fork terakhir yang diluncurkan hari ini juga berfungsi untuk mengatasi masalah ‘missed block rate’. Menurutnya, pengujian ini berlangsung sempurna.
Gladi resik dilakukan pengembang Ethereum hampir setiap pekan dalam beberapa bulan terakhir. Pengembang terus berusaha mencari celah yang berpotensi menggagalkan The Merge.
Meski para pengembang selalu memberi sinyal bahwa The Merge akan berjalan persis seperti yang telah direncanakan, uji coba masih terus berlanjut.


