Genesis Trading Berutang $900 Juta ke Pelanggan Gemini Earn

Share :

Portalkripto.com — Perusahaan pemberi pinjaman kripto, Genesis Global Trading dan perusahaan induknya, Digital Currency Group, dilaporkan berutang sebesar $900 juta ke pelanggan Gemini Earn. Laporan ini pertama kali diungkap oleh Financial Times pada 3 Desember 2022.

Genesis merupakan mitra pemberi pinjaman utama untuk layanan Earn dari Gemini. Dalam layanan ini, pelanggan yang ‘meminjamkan’ kripto, termasuk Bitcoin dan stablecoin, bisa mendapatkan imbalan bunga sebesar 0,45% hingga 8%, tergantung pada jenis token yang disimpan.

Macetnya aliran dana dari Genesis membuat Gemini Earn harus menangguhkan layanan penarikan pelanggan pada 16 November lalu. Genesis sendiri juga telah lebih dahulu menghentikan layanan penarikan dan pengajuan pinjaman baru setelah exchange kripto FTX bangkrut.

Genesis mengungkapkan, ada dana trading derivatif mereka sebesar $175 juta yang tertahan di FTX. Mereka juga kebanjiran permintaan penarikan dana yang mendorong terjadinya krisis likuiditas.

Bekerja sama dengan bank investasi Moelis & Co, Genesis kini tengah mencoba mencari dana bantuan darurat sebesar $1 miliar. Jika dana tersebut tidak ada, perusahaan ini terancam bangkrut.

Gemini Luncurkan Trust Center

Gemini menyatakan, masalah likuiditas hanya terjadi di layanan Gemini Earn. Sementara layanan lain seperti Gemini Exchange, Gemini Credit Card, dan Gemini Staking masih beroperasi normal. Exchange kripto Gemini juga telah meyakinkan pelanggan bahwa dana mereka dijamin 1:1.

Untuk bisa mendapatkan kembali dana dari Genesis dan Digital Currency Group, Gemini telah membentuk komite kreditur bersama dengan kreditur-kreditur lainnya.

Perusahaan yang didirikan oleh Cameron dan Tyler Winklevoss pada 2015 ini juga meluncurkan Trust Center pada 30 November. Trust Center menyediakan data metrik yang menunjukkan jumlah dana yang dipegang oleh Gemini dan jumlah dana yang ada di dalam exchange-nya.

Layanan Gemini Earn diluncurkan pada 2021 di Amerika Serikat (AS). Per November 2022, layanan ini telah beroperasi di lebih dari 65 negara.

Gemini dan Genesis belum memberikan pernyataan resmi mengenai laporan Financial Times mengenai utang piutang ini.