Portalkripto.com – Di tengah tren investasi digital dan reli harga Bitcoin selama lima tahun terakhir, gaji ke-13 yang akan diterima pensiunan PNS di tahun ini bisa menjadi peluang strategis untuk diversifikasi ke aset pertumbuhan jangka panjang seperti Bitcoin.
Meski tergolong berisiko, Bitcoin telah menunjukkan potensi keuntungan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Presiden Prabowo Subianto untuk para pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Pemerintah resmi menetapkan bahwa gaji ke-13 untuk pensiunan akan dicairkan pada Juni 2025, bertepatan dengan awal tahun ajaran baru—waktu yang krusial untuk kebutuhan pendidikan anak dan cucu.
Pencairan ini dilakukan oleh PT Taspen dan mencakup gaji pensiun pokok beserta gaji ke-13 yang telah disesuaikan dengan kenaikan 12%, berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 8 Tahun 2024.
Meskipun kenaikan ini berlaku sejak Januari 2024, realisasinya baru bisa diterapkan pada anggaran tahun ini.
Pemerintah menyatakan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk meringankan beban ekonomi pensiunan serta mendukung biaya pendidikan keluarga mereka, mengingat kebutuhan meningkat di masa tahun ajaran baru.
BACA JUGA: BlackRock Beli Bitcoin $1 Miliar Lewat ETF, Apa Dampak ke Harga BTC?
Proses Cair dan Verifikasi via Aplikasi TOOS
PT Taspen menegaskan bahwa proses pencairan akan diprioritaskan untuk para pensiunan yang telah melakukan autentikasi digital melalui aplikasi TOOS. Verifikasi ini cukup mudah, bisa dilakukan dari rumah dengan swafoto (selfie) untuk memastikan data akurat dan menghindari penundaan pembayaran.
Besaran gaji ke-13 tergantung pada golongan pensiun. Sebagai contoh, pensiunan golongan I akan menerima antara Rp 1.748.100 hingga Rp 2.256.700.
Kebijakan ini diperkuat lewat PP No. 11 Tahun 2025 dan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 23 Tahun 2025, sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi para abdi negara dan memperhatikan kapasitas fiskal nasional.
Presiden Prabowo menyatakan bahwa gaji ke-13 ini juga dimaksudkan sebagai dukungan ekonomi di tengah tantangan inflasi dan naiknya harga kebutuhan pokok.
Gaji ke-13 untuk Investasi Bitcoin? Ini Potensi Keuntungannya
Sebagai ilustrasi, jika seorang pensiunan mengalokasikan Rp 1 juta dari gaji ke-13 ke dalam Bitcoin di tahun 2022, nilai investasi itu bisa meningkat 600% di awal tahun 2025.
Di bulan November 2022 Bitcoin sempat jatuh ke harga $16,000, ini menjadi level terendah BTC selama beberapa tahun. Namun, dalam waktu kurang dari 4 tahun, BTC mampu mengembalikan keuntungan lebih dari 600% setelah menginjak level tertinggi sepanjang masa di harga $109 ribu.

Sementara itu, di bulan Mei 2025, harga Bitcoin menunjukkan tren positif mesti masih bergerak lambat. Saat ini BTC menembus level psikologis $97.000 dan mendekati $100.000. Kenaikan ini didorong oleh berbagai faktor, termasuk minat institusional yang meningkat dan persepsi Bitcoin sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Perkiraan harga Bitcoin di akhir Mei 2025 kisaran antara $96.856 hingga $98.151, dengan rata-rata sekitar $97.000. Sementara itu, proyeksi untuk Juni 2025 menunjukkan potensi kenaikan lebih lanjut, dengan harga maksimum yang diperkirakan mencapai $102.881
Kendati demikian, Bitcoin masih dikategorikan sebagai aset berisiko. Meski menawarkan keuntungan yang tinggi, namun tetap mempunyai risiko penurunan harga yang tinggi juga.
Sehingga, dalam investasi Bitcoin disarankan untuk menggunakan dana sisa dan yang paling penting pahami risikonya dan mesti disertai riset yang matang.
Dengan alokasi yang tepat dan disiplin investasi, sebagian dari gaji ke-13 dapat diubah menjadi aset pertumbuhan—bukan hanya untuk konsumsi sesaat, tetapi juga penjaga nilai di masa depan.


