Facebook dan Instagram Kini Terkoneksi Wallet Kripto, Bisa Berbagi NFT

Share :

Portalkripto.com — Kolektor nonfungible token (NFT) kini dapat mengunggah NFT di akun Facebook dan Instagram pribadi melalui wallet kripto mereka. Pengumuman ini disampaikan Meta, perusahaan induk Facebook, pada Senin (29/8), dalam update pernyataan yang dikeluarkan pada 10 Mei lalu.

Meta mengatakan, sekitar 2,9 miliar pengguna Facebook dan Instagram bisa berbagi koleksi digital dan NFT. Integrasi ini berlaku di 100 negara yang tersebar di Afrika, Asia-Pasifik, Timur Tengah, dan Amerika.

Platform wallet yang resmi digunakan adalah Rainbow, MetaMask, Trust Wallet, Coinbase Wallet, dan Dapper Wallet. Sementara blockchain yang mendukung integrasi tersebut saat ini di antaranya Ethereum, Polygon, dan Flow.

Diperkirakan pada paruh kedua 2022, ada sekitar 1 hingga 2 miliar pengguna yang bisa menikmati fitur ini. Namun, integrasi wallet digital dengan Facebook dan Instagram saat ini baru bisa dilakukan melalui aplikasi di ponsel.

Decrypt melaporkan, pengguna bisa memilih untuk menautkan wallet digital mereka ke aplikasi Facebook atau Instagram. Dalam fitur cross-posting yang tersedia di pengaturan (setting) aplikasi, pengguna juga hanya perlu mengunggah NFT satu kali dan NFT akan muncul secara otomatis di Facebook dan Instagram pengguna.

BACA JUGA: Volume Pasar Crypto Merosot, Arus Keluar Bitcoin Meningkat Selama Sepekan

Ketika NFT diunggah di Instagram atau Facebook, artis dan pemilik NFT akan secara otomatis ditandai (tagged). Proses pengunggahan ini tidak dikenai biaya.

Sejak mengakuisisi Instagram satu dekade lalu, Meta telah menambahkan sejumlah fitur untuk menautkan Facebook dan Instagram. Fitur Instagram Stories, misalnya, dapat di-cross-posting ke Facebook. Unggahan Instagram juga dapat dengan mudah diunggah ulang ke Facebook.

Pada Mei lalu, Meta juga diketahui telah mengajukan hak paten aplikasi Meta Pay ke Kantor Hak Paten dan Merek Dagang Amerika Serikat (AS). Aplikasi ini berfungsi sebagai platform pembayaran kripto.

Meskipun Meta berhenti meluncurkan stablecoin pada Februari lalu setelah menghadapi penolakan dari regulator secara global, CEO Mark Zuckerberg tetap mengatakan ada peluang besar untuk menghasilkan keuntungan hingga triliunan dolar di industri kripto. Meski demikian, Meta melaporkan penurunan pendapatan 1% dari year over year pada kuartal kedua 2022.

DISCLAIMER : Bukan ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset crypto masih beresiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.