ETF Bitcoin Catat Arus Masuk $562 Juta, Sinyal Positif?

Share :
Ringkasan Berita

  • ETF Bitcoin spot mencatat arus masuk US$562 juta pada Senin (2/2/2026), mengakhiri tren arus keluar selama empat hari berturut-turut.
  • Meski terjadi pemulihan, total arus keluar ETF Bitcoin sejak awal tahun masih mencapai US$1 miliar, dengan tekanan berasal dari aksi jual institusional dan ketidakpastian makro.
  • Harga Bitcoin rebound dari bawah US$75.000 dan sempat menembus US$79.000, namun masih diperdagangkan sekitar 7% di bawah cost basis ETF di kisaran US$84.000.
  • Analis menilai level US$84.000 dan realized price di sekitar US$56.000 berpotensi menjadi area support, meski arus keluar produk investasi kripto masih berlanjut.

 

ETF Bitcoin kembali mencatat pemulihan pada Senin, 2 Februari 2026, di tengah kondisi pasar yang masih menantang bagi Bitcoin dan aset kripto secara umum.

ETF Bitcoin spot membukukan arus masuk dana sekitar US$562 juta, mengakhiri tren arus keluar selama empat hari berturut-turut. Sebelumnya, berdasarkan data SoSoValue, sepanjang pekan lalu tercatat arus keluar mencapai US$1,5 miliar.

Meski terjadi pemulihan, para analis mengingatkan bahwa tekanan terhadap ETF dan pasar secara keseluruhan masih berpotensi berlanjut. Faktor utama berasal dari aksi jual institusional dan ketidakpastian makroekonomi, dengan level support jangka pendek diperkirakan berada di sekitar harga rata-rata biaya ETF (cost basis) di kisaran $84.000.

Masuknya dana ke ETF terjadi seiring rebound harga Bitcoin pada Senin, setelah sempat turun di bawah US$75.000 selama akhir pekan. Bitcoin kemudian melonjak hingga mencetak level tertinggi harian di atas US$79.000.

Arus Keluar ETF Bitcoin Masih US$1 Miliar Secara YTD

Arus masuk US$562 juta tersebut mencakup porsi signifikan dari total arus keluar ETF Bitcoin spot sejak awal tahun (year-to-date), yang kini berada di angka US$1 miliar per Selasa. Secara kumulatif, sepanjang tahun ini ETF Bitcoin mencatat US$4,6 miliar arus keluar, yang sebagian tertahan oleh US$3,6 miliar arus masuk, menurut SoSoValue.

Total Bitcoin Spot ETF History Data. Sumber: SosoValue

Sebaliknya, ETF Ether belum menunjukkan tanda pemulihan. Pada hari yang sama, ETF ETH justru mencatat arus keluar kecil sebesar US$2,9 juta.

BACA JUGA: Ketika Cuitan Elon Musk Soal DOGE Sudah Tidak Bertuah

Harga Bitcoin Turun di Bawah Cost Basis ETF

Kepala riset Galaxy Digital, Alex Thorn, menyatakan bahwa harga Bitcoin kini telah turun di bawah rata-rata cost basis ETF. Dalam pembaruan pasar di platform X, Thorn mencatat bahwa Bitcoin saat ini diperdagangkan sekitar 7,3% di bawah rata-rata biaya penciptaan ETF di US$84.000, bahkan sempat mencapai hampir 10% di bawah level tersebut pada Sabtu, 31 Januari.

Menurut Thorn, Bitcoin terakhir kali diperdagangkan di bawah cost basis ETF terjadi pada musim panas hingga awal musim gugur 2024, dengan deviasi terendah mencapai -9,9%. Ia menilai level ini wajar dijadikan support jangka pendek.

Thorn juga menyoroti realized price Bitcoin di kisaran US$56.000, yang secara historis sering menjadi area support sebelum pasar memasuki fase bullish.

Bitcoin key level. Sumber: Glassnode

Sementara itu, Kepala Riset CoinShares James Butterfill menilai pasar masih menghadapi sejumlah hambatan, mulai dari aliran modal yang tidak menguntungkan, terlepasnya korelasi Bitcoin dengan pertumbuhan suplai uang global, ketegangan geopolitik, hingga ketidakpastian kebijakan moneter AS menyusul penunjukan Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve.

Meski demikian, Butterfill menegaskan bahwa prospek jangka panjang tetap konstruktif. Kekhawatiran struktural terhadap pelemahan nilai mata uang masih ada, dan keterlambatan Bitcoin mengikuti tren likuiditas dinilai membuka peluang pemulihan ke depan.

Sebagai catatan tambahan, CoinShares melaporkan bahwa produk investasi kripto berbasis exchange-traded product (ETP) kembali mencatat arus keluar US$1,7 miliar pekan lalu, dua kali lipat dibandingkan pekan sebelumnya.