Elon Musk Sebut AS Sudah Lewati Puncak Inflasi

Share :

Portalkripto.com — CEO Tesla Elon Musk menyebut, inflasi Amerika Serikat (AS) telah mencapai puncaknya. Dalam Rapat Pemegang Saham Tahunan Tesla 2022 pada 5 Agustus lalu, Musk memperkirakan resesi yang terjadi di AS juga akan berada di level yang ringan dan berlangsung hanya 18 bulan.

Setelah Tesla menjual hampir 90% kepemilikan Bitcoin (BTC) mereka, Musk mengungkapkan, lanskap perekonomian menunjukkan bahwa aset berisiko akan terus berkembang.

Ia mengatakan, harga komoditas suku cadang Tesla saat ini sudah semakin murah, tidak semahal kemarin. Harga komoditas yang cenderung menurun, kata dia, menunjukkan inflasi telah mencapai level tertinggi.

“Kami memiliki insight mengenai ke mana arah harga dari waktu ke waktu. Hal menarik yang kami lihat sekarang adalah, harga komoditas Tesla sedang dalam tren turun dalam enam bulan dari sekarang,” ujar Musk, dikutip Cointelegraph.

“Tren ini tentu saja bisa berubah, tetapi tren harga yang turun menunjukkan kita telah melewati puncak inflasi,” ungkapnya.


Kamu Bisa Baca Artikel Lain:

Aset Kripto Bisa Jadi Pilihan Alternatif jika PayPal Diblokir Lagi

Adopsi Bitcoin El Salvador Berbuah Manis, Kunjungan Turis Melonjak 82,8%


Menurut Musk, pemulihan ekonomi dari inflasi yang ditandai dengan turunnya harga komoditas, menjadi ‘lahan subur’ bagi aset berisiko untuk berkembang, termasuk kripto.

Secara teori, jika inflasi rendah, The Federal Reserve tidak akan lagi memberlakukan pengetatan lewat suku bunga. Kondisi ini bisa menguntungkan bagi investasi berisiko.

Namun, jika pasar kripto kembali menguat, Tesla justru dinilai akan ‘gigit jari’ karena sudah melepaskan hampir seluruh kepemilikan BTC-nya bulan lalu, hanya dengan keuntungan sebesar $64 juta.

Musk pun menegaskan, Tesla dapat kembali menambahkan BTC ke neraca perusahaan di kemudian hari.

Institusi keuangan Fundstrat Global Advisor memperkirakan, pasar kripto jika dilihat secara historis bisa menyentuh level yang rendah setahun sebelum The Fed berhenti memberlakukan pengetatan.

Pada paruh kedua 2022, perusahaan itu menyebut, S&P bisa menyentuh 4.800 poin dan pasar kripto dinilai masih sangat berkorelasi dengan pergerakan ekuitas secara umum.

Sebelumnya, insight mengenai kejayaan Bitcoin tahun ini datang dari perusahaan manajemen aset terbesar di dunia, BlackRock. Perusahaan yang memiliki aset senilai $9 triliun itu telah menjalin kerja sama dengan exchange kripto Coinbase untuk memfasilitasi klien yang ingin membeli Bitcoin.