Portalkripto.com — Elon Musk akan memulai pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan Twitter secara besar-besaran mulai Jumat, 4 November 2022, pagi waktu setempat. Hal itu diketahui setelah sejumlah karyawan mengirimkan email pemberitahuan PHK kepada media massa ternama di Amerika Serikat.
Diperkirakan jumlah karyawan yang akan diberhentikan sebanyak 3.700-an atau setengah dari jumlah keseluruhan.
Dalam email pemberitahuan, para karyawan yang di-PHK diminta untuk pulang dan tidak masuk mulai Jumat. Akses mereka ke sistem Twitter pun dinonaktifkan.
“Dalam upaya menempatkan Twitter di jalur yang sehat, kami akan melalui proses sulit untuk mengurangi tenaga kerja global kami. Kami menyadari bahwa ini akan berdampak pada sejumlah individu yang telah memberikan kontribusi berharga ke Twitter, tetapi tindakan diperlukan untuk memastikan kesuksesan perusahaan di masa depan,” jelas Twitter dalam emailnya.
Langkah PHK massal ini dilakukan seminggu setelah Musk menyelesaikan pembelian Twitter senilai $44 miliar pada 27 Oktober. Pada saat itu juga dia memecat sembilan direksi Twitter, di antaranya CEO Parag Agrawal, CFO Ned Segal, Penasihat Umum Sean Edgett, dan Kepala bagian legal Vijaya Gadde.
Musk juga memerintahkan para manajer untuk menyusun daftar karyawan berkinerja tidak baik sebagai dasar untuk PHK lebih lanjut.
Hey Twitter employees getting laid off tomorrow! IMPORTANT INFO from a CA employment attorney (me):
CA's "WARN" law requires Twitter to give you 60 days notice of a massive layoff.
A layoff of 50+ employees within a 30 day period qualifies.
I know you didn't get that notice.
— Lisa Bloom (@LisaBloom) November 4, 2022
Twitter Rugi?
Setelah aksi “bersih-bersih”, sebagai pengganti karyawan yang dipecat, Musk membawa lebih dari 50 insinyur dan karyawan dari perusahaan lain, termasuk produsen mobil listrik Tesla.
Musk yang baru saja dinobatkan sebagai orang terkaya di dunia menghadapi tekanan untuk membuat Twitter lebih cuan. PHK massal adalah salah satu cara untuk mengurangi pengeluarannya.
Saat ini Elon ingin melunasi melunasi utang Twitter yang berjumlah $13 miliar.
Pada kuartal terakhir sebagai perusahaan publik, sebelum diakusisi Musk, pendapatan Twitter menurun sebesar 1% (yoy) menjadi $1,18 miliar. Twitter juga melaporkan kerugian bersihnya sebesar $270 juta atau turun 23%. Sementara biaya dan pengeluaran lainnya mencapai $1,52 miliar, melonjak 31% (yoy).
Di sisi lain untuk mengdongkrak pendapatannya, Musk mengusulkan pemilik twitter yang ingin mendapatkan verifikasi centang biru harus membayar $20 per bulan. Namun ide tersebut langsung diserang karena dinilai terlalu mahal dan tidak sedikit yang menolak. Belakangan Musk menurunkan biaya verifikasi itu menjadi $8 per bulan, namun masih tetap ditolak.
PHK massal di Twitter bukan yang terbesar dalam sejarah industri teknologi. Sebelumnya pabrikan komputer Hewlett-Packard memangkas 24.600 karyawannya atau sekitar 7,5 persen di tahun 2008. Beberapa waktu kemudian Hewlett-Packard meneruskan PHK-nya sehingga secara total jumlah karyawan yang dipecat mencapai 30 persen dari tenaga kerjanya.
Drama Akuisisi Twitter
Pembelian Twitter oleh Musk bagai drama beberapa babak yang dilengkapi dengan plot twist. Semuanya berawal saat Musk menjadi pemegang saham terbesar setelah menguasai 9,2% saham Twitter pada 4 April lalu.
CEO Boring Company itu kemudian setuju untuk bergabung dengan dewan direksi Twitter. Ia langsung menawar Twitter sebesar $54,20 per saham, yang direspons dengan penolakan.
Namun, tawar menawar terus berjalan hingga dewan direksi Twitter luluh dan kedua belah pihak sepakat di angka akuisisi $44 miliar.
Konflik muncul di tahap ini, tepatnya setelah Musk mempertanyakan banyaknya akun palsu dan akun spam di Twitter. Twitter mengklaim hanya ada 5%, tetapi Musk bersikukuh jumlahnya lebih dari itu.
Pada 8 Juli, Musk secara sepihak membatalkan rencana akuisisi karena, menurutnya, Twitter tidak kooperatif dalam membuka data jumlah akun palsu di platformnya.
Keputusan Musk tersebut direspons dengan gugatan yang dilayangkan oleh Twitter di Delaware. Twitter memaksa Musk untuk meneruskan kesepakatan akuisisi.
Pada 4 Oktober, pengacara Musk memberi kabar kepada Twitter bahwa kliennya berubah pikiran dan ingin kembali membeli Twitter. Kesepakatan akuisisi akhirnya dilakukan pada 28 Oktober 2022, tepat satu hari sebelum batas waktu penyelidikan yang diberikan jaksa Delaware.


