Elon Musk Mulai Bungkam Spam Bot Kripto di Twitter

Share :

Portalkripto.com — Perang Elon Musk terhadap akun spam dan bot di Twitter tampaknya mulai terasa bagi komunitas kripto. Akun-akun tidak jelas yang biasa membanjiri postingan soal kripto kini dilaporkan mulai berkurang.

Pada 11 Desember, CEO Tesla itu mengungkapkan, timnya telah berhasil mengidentifikasi sejumlah ‘aktor utama’ di balik ribuan akun bot yang beroperasi di platform media sosial raksasa miliknya.

Sebelum pelaku scam itu mendapatkan cara untuk menghindari pemblokiran oleh Twitter, Musk memastikan timnya akan langsung menutup alamat IP mereka.

Disambut Baik Komunitas Kripto

Pendiri Dogecoin, Billy Markus, yang menggunakan nama akun Shibetoshi Nakamoto, langsung merespons gerak cepat Musk. Menurutnya, dalam sekali mencuit ia biasa dibanjiri oleh reply dari 50 akun bot sekaligus, namun hal itu tak terjadi lagi sekarang.

Markus juga mengakui, meski berisi banyak orang-orang aneh, Twitter tetap tak tergantikan karena ia juga banyak bertemu dengan orang-orang hebat.

Analis dan investor Bitcoin, PlanB, dengan sengaja mengunggah sebuah chart untuk memancing bot. Dan sejauh ini, belum ada bot yang muncul.

Pendiri Ethereum Vitalik Buterin bahkan ikut berkomentar. Menurutnya, meski ia merasa penggunaan Twitter menjadi jauh lebih baik saat ini, tetapi ia tidak yakin apakah itu karena jasa Elon Musk.

“Tidak tahu bagaimana membedakan hal-hal yang telah dilakukan Elon vs crypto-winter vs otak saya membayangkan perubahan yang sebenarnya tidak ada,” katanya.

Beberapa anggota komunitas mengatakan, spam bot sebenarnya masih ada, tetapi tim Twitter langsung menghapusnya dengan cepat. Perang dengan bot telah menjadi salah satu prioritas Musk saat ia resmi mengambil alih kepemimpinan Twitter pada Oktober lalu.

Dalam cuitan terkininya, Musk juga berjanji akan mengadili para pelaku scam itu di manapun mereka berada. Namun ia tidak mengungkap rencana itu secara detail.

Dalam dua tahun terakhir, industri kripto juga dibayangi oleh scam yang mengintai aset digital para investor. Twitter menjadi lahan basah bagi para pelaku untuk melakukan aksi phishing dan menguras kripto dalam wallet yang terkoneksi.