Elon Musk Diprediksi Bakal Lebih Agresif Masuk ke Bitcoin di 2026

elon musk bitcoin
Share :

Ringkasan Berita

  • Prediksi Elon Musk Masuk Bitcoin: Pendiri Jan3, Samson Mow, memperkirakan Elon Musk akan mengambil langkah agresif masuk ke Bitcoin pada 2026, meski Tesla sebelumnya sempat menjual sebagian besar kepemilikan BTC-nya.
  • Target Harga Bitcoin US$1,33 Juta: Mow memproyeksikan harga Bitcoin dapat mencapai US$1,33 juta pada 2026, atau naik lebih dari 1.300% dari level saat ini.
  • Adopsi Negara Jadi Katalis: Meningkatnya adopsi Bitcoin oleh negara-negara disebut sebagai pemicu utama lonjakan harga secara eksponensial dalam beberapa tahun ke depan.
  • Analis Lain Lebih Konservatif: Sejumlah eksekutif kripto menilai Bitcoin akan tumbuh bertahap dengan volatilitas lebih rendah, tanpa lonjakan ekstrem seperti prediksi Mow.

 

Pendiri Jan3, Samson Mow, memperkirakan miliarder sekaligus CEO Tesla, Elon Musk, akan mengambil langkah agresif masuk ke Bitcoin pada 2026.

Prediksi ini menjadi salah satu dari lima proyeksi berani Mow terkait Bitcoin untuk tahun depan, setelah banyak ramalan harga kripto dari tokoh industri pada 2025 meleset dari target.

“@elonmusk akan masuk besar-besaran ke BTC,” tulis Mow dalam unggahan di platform X pada Sabtu lalu.

Elon Musk sendiri telah lama menunjukkan ketertarikannya pada aset kripto. Namun, ia juga kerap mengungkapkan kekhawatiran terhadap dampak lingkungan dari penambangan Bitcoin.

Tesla sempat menghentikan penerimaan pembayaran Bitcoin pada Mei 2021 dengan alasan lingkungan, dan pada Juli 2022 perusahaan kendaraan listrik tersebut mengungkapkan telah menjual sekitar 75% kepemilikan Bitcoin-nya.

Mow Prediksi Bitcoin Tembus US$1 Juta pada 2026

Selain potensi langkah Elon Musk, Mow juga memproyeksikan harga Bitcoin akan mencapai US$1,33 juta pada 2026. Angka tersebut setara dengan kenaikan sekitar 1.367% dari harga Bitcoin saat ini yang berada di kisaran US$92 ribu.

Dalam wawancara pada Juni 2025, Mow sebelumnya menyatakan Bitcoin berpotensi menyentuh level US$1 juta pada 2025, atau paling lambat pada 2026. “Itu sudah hampir pasti. Bisa tahun ini, bisa tahun depan,” ujarnya saat itu.

Mow kerap menyoroti adopsi Bitcoin oleh negara-negara sebagai katalis utama lonjakan harga secara eksponensial. Pada September 2025, ia mengatakan semakin banyak negara yang bersiap meningkatkan adopsi Bitcoin.

BACA JUGA: Tingkat Kesulitan Penambangan Bitcoin Turun Tipis di Awal 2026

“Kita berada di fase akhir pertumbuhan bertahap dan mulai memasuki tahap awal lonjakan mendadak,” kata Mow.

Meski sejumlah prediksinya pada 2025 tidak sepenuhnya terwujud, Mow memilih untuk tidak menoleh ke belakang. Menanggapi pertanyaan warganet di X soal akurasi prediksinya tahun lalu, ia menjawab singkat,

“Jangan terpaku pada masa lalu. Jangan pernah melihat ke belakang, hanya ke depan.”

Eksekutif Lain Lebih Konservatif

Berbeda dengan Mow, sejumlah eksekutif kripto lainnya cenderung lebih berhati-hati dalam memproyeksikan pergerakan Bitcoin ke depan. Chief Investment Officer Bitwise, Matt Hougan, pada 28 Desember menyebut Bitcoin masih berada dalam tren naik jangka panjang, namun tanpa lonjakan ekstrem.

“Saya melihat Bitcoin berada dalam fase kenaikan bertahap selama 10 tahun, dengan imbal hasil yang kuat, bukan spektakuler, volatilitas lebih rendah, dan pergerakan naik-turun yang wajar,” ujar Hougan.

Pernyataan tersebut muncul setelah sejumlah prediksi ambisius dari tokoh kripto pada tahun sebelumnya gagal terwujud. Pendiri BitMEX Arthur Hayes dan Chairman BitMine Tom Lee, misalnya, sempat memperkirakan Bitcoin akan mencapai US$250.000 pada akhir 2025, bahkan ketika harga BTC masih berada sekitar setengah dari level tersebut usai mencetak rekor tertinggi US$125.100.

Tak hanya soal Bitcoin, Mow juga memprediksi saham Strategy (MSTR) milik Michael Saylor akan melonjak hingga US$5.000 per saham, atau naik sekitar 3.084% dari harga saat ini di kisaran US$157.

Selain itu, ia menilai Bitcoin akan mengungguli kinerja logam mulia, tak lama setelah emas dan perak mencetak rekor harga masing-masing di US$4.549 dan US$83 pada Desember. Mow juga meyakini setidaknya akan ada satu negara yang meluncurkan obligasi berbasis Bitcoin dalam waktu dekat.