Portalkripto.com — Ethereum sukses menjalani upgrade dan transisi konsesus dari Proof-of-Work (PoW) ke Proof-of-Stake (PoS) Kamis, 15 September 2022, siang waktu Indonesia.
Transisi yang disebut juga The Merge ini akan menghilangkan peran penambang untuk memproses transaksi, Selanjutnya penambang akan digantikan oleh validator.
Menurut mantan analis FBI, Coby Morgan, akibat transisi tersebut Ethereum akan lebih rentan terhadap intervensi dan sensor pemerintah.
Hal itu dia sampaikan kepada Cointelegraph saat berbicara soal risiko Ethereum setelah Merge. Morgan sendiri adalah penyidik utama di firma kepatuhan dan forensik kripto Merkle Science.
Moran menjelaskan mahalnya biaya untuk menjadi validator memungkinkan node validator berkonsolidasi dengan perusahaan kripto yang lebih besar seperti Binance, Coinbase, atau Kraken.
Untuk menjadi full validator di jaringan Ethereum, seseorang diharuskan untuk mempertaruhkan 32 Ether (ETH), dengan nilai sekitar $47.000 pada saat penulisan.
Sebelum Merge, platform analitik blockchain Nansen mengungkapkan bahwa 64% dari Etehereum yang di-staking dikendalikan hanya oleh lima entitas.
Dia menjelaskan lebih lanjut, bahwa institusi yang lebih besar ini akan tunduk pada pemerintah dan ketika node validator terlibat transaksi dengan alamat yang dikenai sanksi, maka mereka dapat dikenai potongan reward hingga dikeluarkan dari sistem.
Pencipta Ethereum, Vitalik Buterin, pernah membahas risiko ini pada awal Agustus lalu. Dia menyarankan untuk mengantisipasi terkena sanksi, maka hal yang dapat dilakukan validator adalah mengecualikan atau memfilter transaksi yang dikenai sanksi.
Dia menambahkan, sepanjang validator tidak “berkompromi” dengan sanksi, maka transaksi ini pada akhirnya akan diambil di blok selanjutnya dan penyensoran hanya bersifat sementara.
Pada 8 Agustus, platform cryptomixerTornado Cash menjadi smart contract pertama yang dikenai sanksi oleh pemerintah AS. Sebagai reaksinya, berbagai entitas mencegah alamat yang terkena sanksi ketika mereka mengakses produk dan layanannya.
Perkembangan ini berdampak besar pada komunitas Ethereum.
Salah satu pendiri EthHub, Anthony Sassano, mencuit bahwa langkah Ethereum ini adalah sebagai kegagalan dan akan meninggalkannya jika sensor atau intervensi ini benar-bener terjadi.


