Edward Snowden Serok Bitcoin di Tengah Harga Diskon

Share :

Portalkripto.com — Downtrend harga Bitcoin (BTC) yang terjadi selama sepekan belakangan telah membuat koin Satoshi berada pada kondisi harga diskon. Sosok whistleblower Edward Snowden menunjukkan ketertarikannya untuk melakukan serok Bitcoin dalam waktu dekat.

Dalam sebuah cuitan Twitter pada 14 November 2022, Snowden berkata bahwa ia mulai merasa gatal untuk kembali jajan Bitcoin untuk “pertama kalinya dalam beberapa saat.” Meskipun menurutnya masih terdapat masalah pada ekosistem di hari-hari mendatang.

Dalam pernyataan tersebut, Snowden juga melampirkan grafik harga Bitcoin yang disertai cuitan serupa berisi keinginan membeli BTC. Saat itu, Snowden mengatakan dia “ingin membeli Bitcoin” setelah momen diskon ‘Black Friday’ pada Maret 2020. Setelah itu harga Bitcoin menunjukkan tren bullish dari $3.000 menjadi $64.000 dalam kurun waktu sekitar satu tahun.

Walau begitu, Snowden menekankan bahwa cuitan rencana serok BTC tersebut bukan nasihat keuangan karena dirinya sendiri tak memiliki latar belakang pendidikan keuangan yang memadai.

“Ini sebenarnya bukan nasihat keuangan, karena saya tidak memiliki pendidikan keuangan dan tidak tahu apa yang saya lakukan,” Snowden menambahkan.

Sang whistleblower juga menyarankan agar pengguna menggunakan decentralized exhchange (DEX) saat berinvestasi di kripto. Nampaknya peristiwa keruntuhan FTX yang spektakuler menjadi latar belakang bagi cuitan Snowden tersebut.

Harga Bitcoin sendiri saat ini sedang berada di posisi diskon. Data CoinMarketCap, dalam sepekan terakhir harga BTC turun 19℅ dari kisaran $20,500 per keping menjadi sekitar $16,500.

Pada 10 November 2022, harga BTC sempat anjlok ke harga $15.500. Level harga ini merupakan yang terendah sejak 12 November 2020 atau dua tahun lalu.

Grafik harga Bitcoin sepekan terakhir (Sumber: CoinMarketCap) 

Snowden merupakan salah satu sosok yang punya kekaguman tersendiri terhadap Bitcoin karena sifatnya dasarnya yang memberikan kebebasan. Saat menjadi whistleblower dengan membocorkan dokumen rahasia Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat (NSA) pada 2013, Snowden mengatakan dia menggunakan Bitcoin untuk membayar biaya server.

Snowden didakwa dengan tuduhan spionase oleh pemerintah AS. Setelah pelarian bertahun-tahun, ia kemudian diberikan suaka oleh pemerintah Rusia. Snowden diberikan hak tinggal permanen di negara tersebut pada tahun 2020.