🚀 Ringkasan Berita:
- Transfer On-Chain Pertama Sejak 2021: SpaceX memindahkan 1.308 BTC senilai sekitar $153 juta ke satu alamat SegWit.
- Langkah Strategis: Konsolidasi dari 16 alamat P2PKH ke satu P2WPKH untuk efisiensi pengelolaan aset dan potensi biaya transaksi lebih rendah.
- Kondisi Politik & Kontrak: Pemindahan terjadi di tengah ketegangan politik dan rencana Pentagon membuka kontrak pertahanan Golden Dome ke penyedia selain SpaceX.
- Adopsi Kripto SpaceX: Diperkirakan memegang 6.977 BTC ($815 juta) dan menggunakan stablecoin untuk pembayaran Starlink di pasar negara berkembang.
Baca Selengkapnya…
SpaceX, perusahaan antariksa milik Elon Musk, terlacak memindahkan 1.308 Bitcoin senilai sekitar $153 juta, pada 22 Juli 2025.
Pemindahan aset ini merupakan aktivitas on-chain pertamanya sejak tiga tahun terakhir. Pergerakan ini terdeteksi oleh platform intelijen blockchain Arkham Intelligence, yang melacak dompet-dompet yang terkait dengan perusahaan tersebut.
Menurut laporan Arkham, Bitcoin milik perusahaan Elon Musk tersebut ditarik dari 16 alamat Pay-to-Public-Key-Hash (P2PKH) dan dikonsolidasikan ke dalam satu alamat Pay-to-Witness-Public-Key-Hash (P2WPKH) yang mendukung SegWit.

Pada saat berita ini ditulis, aset tersebut masih berada dalam alamat tujuan tersebut. Konsolidasi dari 16 alamat ke satu dompet dinilai memudahkan pengelolaan serta dapat menghemat biaya transaksi di masa depan.
Meski belum diketahui pasti alasan di balik langkah ini, pola pemindahan menunjukkan adanya penyesuaian strategis, bukan tindakan reaktif. Baik pihak SpaceX maupun Elon Musk belum memberikan komentar terkait transaksi ini.
Konteks Politik: Ketegangan Kontrak dengan Pemerintah AS
Langkah SpaceX ini terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian politik yang tengah dihadapi perusahaan.
Pada awal Juni 2025, pemerintahan Presiden Donald Trump dilaporkan mengancam akan meninjau ulang atau bahkan membatalkan kontrak senilai sekitar $22 miliar yang telah diberikan kepada SpaceX, di tengah perseteruan terbuka antara Trump dan Musk di platform X (sebelumnya Twitter).
Meski sebagian besar kontrak tersebut dianggap terlalu penting bagi kepentingan nasional untuk dibatalkan, ketegangan politik ini tetap menimbulkan kekhawatiran soal keberlanjutan hubungan antara SpaceX dan pemerintah AS.
BACA JUGA: JPMorgan Pertimbangkan Pinjaman dengan Jaminan Aset Kripto
Terbaru, Departemen Pertahanan AS (Pentagon) mengumumkan akan membuka peluang bagi penyedia alternatifuntuk proyek sistem pertahanan rudal Golden Dome senilai $175 miliar.
Proyek ini bertujuan membangun jaringan satelit di luar angkasa untuk mendeteksi dan melacak ancaman rudal. Pemerintah disebut ingin mengurangi ketergantungan pada SpaceX, dan mulai mengundang penawaran dari pihak lain.
Bitcoin, Dogecoin, dan Strategi Kripto Elon Musk
Sejak reli Bitcoin pada 2021, hubungan Elon Musk dengan dunia kripto terus menjadi perhatian. Cuitan-cuitannya yang mendukung Dogecoin sempat mendorong harga memecoin itu melonjak, hanya untuk jatuh lebih dari 30% setelah penampilannya di acara “Saturday Night Live.”
Di tahun yang sama, Tesla mengumumkan pembelian Bitcoin senilai $1,5 miliar dan sempat menerima BTC sebagai alat pembayaran, meski keputusan itu kemudian dibatalkan karena alasan lingkungan. Sebagian aset BTC milik Tesla juga telah dijual.
Setelah mengakuisisi Twitter dan mengubahnya menjadi X pada 2022, Musk mulai membangun fondasi untuk ekosistem keuangan digital yang lebih luas.
X mengamankan lisensi pengiriman uang di sejumlah negara bagian AS dan mulai mengembangkan dompet kripto internal, meskipun hingga kini belum ada fitur berbasis blockchain yang diluncurkan secara publik.
Dalam sebuah podcast tahun 2024, investor Chamath Palihapitiya mengungkap bahwa SpaceX menggunakan stablecoin untuk menerima pembayaran Starlink di negara-negara berkembang, menghindari sistem perbankan tradisional. “Mereka tidak mau repot dengan transfer internasional, jadi mereka gunakan stablecoin,” katanya.
SpaceX Termasuk Pemegang Bitcoin Terbesar di Dunia
Saat ini, SpaceX diperkirakan menyimpan sekitar 6.977 BTC, senilai sekitar $815 juta. Jumlah tersebut menjadikan perusahaan ini sebagai salah satu pemegang korporat Bitcoin terbesar, meskipun tidak terlalu banyak disorot oleh media.



