Dokumen Hinman Sudah di Tangan, Ripple Semakin ‘Pede’ Serang SEC

Share :

Portalkripto.com – Perusahaan blockchain Ripple Lab Inc. semakin percaya diri setelah mengantongi dokumen Hinman dalam menghadapi sengketa berkepanjangan dengan Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) Amerika Serikat.

Penasihat Umum Ripple, Stuart Alderoty, pada 21 Oktober 2022 menyatakan bahwa pihaknya kini telah berhasil mendapatkan dokumen Hinman setelah melalui 18 bulan masa sengketa dan 6 kali persidangan.

Dokumen Hinman berisi email dan sejumlah draft pidato William Hinman, mantan direktur keuangan perusahaan di SEC pada 2017-2020. Salah satu hal penting yang ada dalam dokumen Hinman ialah pernyataan eks SEC tersebut tentang klasifikasi Ether (ETH).

Pada 14 Juni 2018 saat berbicara di Yahoo Finance All Markets Summit: Crypto di San Francisco, Hinman menilai bahwa ETH masuk kategori non-sekuritas.

“Berdasarkan pemahaman saya tentang keadaan Ether saat ini, jaringan Ethereum dan strukturnya yang terdesentralisasi, penawaran dan penjualan Ether saat ini bukanlah transaksi sekuritas,” kata Hinman saat itu.

Pihak Ripple selaku penerbit koin XRP menggunakan statement ini sebagai pembelaan atas tudingan SEC yang menyatakan bahwa XRP merupakan unit sekuritas. SEC juga menyeret Ripple ke meja hijau lantaran perusahaan itu dianggap melanggar ketentuan pendaftaran undang-undang sekuritas federal.

SEC sempat keberatan dengan penggunaan dokumen Hinman sebagai dasar pembelaan Ripple. Namun keberatan itu ditolak pengadilan. Pada 29 September 2022, Hakim Pengadilan Distrik AS Analisa Torres memutuskan untuk merilis dokumen Hinman.

“Saya selalu merasa baik tentang argumen hukum kami, dan saya merasa lebih baik sekarang. Saya selalu merasa buruk tentang taktik SEC, dan saya merasa lebih buruk tentang mereka sekarang,” ujar Stuart Alderoty.

Bos Ripple Panas

Tak mau ketinggalan, bos Ripple Brad Garlinghouse juga ikut-ikutan menyerang SEC setelah perusahaannya memperoleh akses ke dokumen Hinman. Dia menilai bahwa perilaku SEC memalukan dan mengejutkan.

“SEC ingin Anda berpikir bahwa mereka peduli dengan pengungkapan, transparansi, dan kejelasan. Jangan percaya mereka. Ketika kebenaran akhirnya terungkap, perilaku mereka yang memalukan di sini akan mengejutkan Anda.”

Sebelumnya Garlinghouse memprediksi kasus yang membelit Ripple ini akan berakhir pada paruh pertama atau kedua tahun 2023. Perseteruan SEC vs XRP sendiri bermula pada akhir Desember 2020 saat SEC mengajukan gugatan perdata.

“Saya pikir kita akan memperoleh jawaban di paruh pertama tahun depan. Apakah itu kuartal pertama atau kuartal kedua, kita lihat saja nanti,” katanya.