Portalkripto.com — Unggahan miliarder Elon Musk terkait hasil pembicaraan internal Twitter berhasil mendongkrak nilai Dogecoin (DOGE) hingga 15,5%. Musk menyebut Twitter di bawah kepemimpinannya sebagai Twitter 2.0 “The Everything App”.
Dalam unggahan itu, ia membagikan beberapa slide berisi capaian yang telah diraih Twitter sejak ia resmi mengambil alih direksi. Jumlah pengguna baru dan durasi pengguna aktif dilaporkan masing-masing naik 86% dan 30% dari periode yang sama pada 2021, keduanya mencapai all time high (ATH). Di sisi lain, jumlah cuitan ujaran kebencian justru menurun.
Slides from my Twitter company talk pic.twitter.com/8LLXrwylta
— Elon Musk (@elonmusk) November 27, 2022
Tak hanya itu, Musk juga mengungkap rencana kerja Twitter 2.0 di masa depan, di antaranya iklan yang dibuat lebih fun, cuitan yang akan dibuat lebih panjang, launching ulang verifikasi akun, dan pembayaran (payment).
Meski tak ada keterangan lebih lanjut, kolom payment menarik perhatian banyak orang, terutama pecinta Dogecoin. Banyak investor koin meme itu yang berharap Dogecoin bisa secara resmi terintegrasi dengan Twitter. Hal ini sejalan dengan dukungan Musk terhadap DOGE selama beberapa tahun terakhir.
Menurut data CoinMarketCap, harga Dogecoin naik dari $0,0893 menjadi $0,1057. Saat ini DOGE diperdagangkan di harga $0,09465.

Pada 26 November 2022, Dogecoin juga mengalami kenaikan harga hingga dua digit. Kenaikan ini bertepatan dengan momen Black Friday yang biasanya menandai dimulainya musim belanja Natal.
Koin meme ini naik hampir 12% dalam 24 jam dan diperdagangkan di harga $0,09177. Namun, Dogecoin masih turun 91% dari ATH pada Mei 2021 di level $0,73.
Layakkah Dogecoin Terintegrasi dengan Twitter?
Pada Oktober lalu, blogger populer di bidang teknologi, Jane Manchun, mengeluarkan cuitan spekulasi yang mengatakan Twitter sedang merancang prototipe wallet yang bisa digunakan untuk menyimpan (deposit) dan menarik kripto. Spekulasi ini mendorong nilai DOGE hingga 40%.
Twitter is working on a âwallet prototypeâ that supports âcrypto deposit and withdrawalâ
— Jane Manchun Wong (@wongmjane) October 24, 2022
Menurut pendiri perusahaan software blockchain berbasis di Swiss Jelurida, Lior Yaffe, integrasi Dogecoin dengan Twitter bukan pilihan yang bijak bagi Elon Musk.
“Bahkan jika mereka berhasil menciptakan sistem pembayaran di Twitter, lebih baik menggunakan solusi blockchain daripada Dogecoin dalam hal keamanan, privasi, smart contract, dan scaling,” ujarnya kepada Cointelegraph.
CEO dan pendiri decentralized exchange (DEX) TideFi, Daniel Elsawey, juga menyatakan pandangan yang sama. Menurutnya, jika Dogecoin benar-benar bisa terintegrasi dengan Twitter, utilitasnya akan terbatas hanya sebagai alat pembayaran.
“Mengingat DOGE tidak dapat secara langsung berinteraksi dengan smart contract sebagai bagian dari desain aslinya, saya akan mengatakan, jika tidak digunakan secara khusus sebagai alat pembayaran, penggunaan lainnya akan bersifat spekulatif,” jelasnya.


