Portalkripto.com — Audit keuangan yang dilakukan JS Held pada 16 November 2022 mengungkap bahwa Luna Foundation Guard (LFG) telah menghabiskan dana $2,8 miliar atau sekitar Rp43,8 triliun untuk membangkitkan TerraUSD (UST) saat stablecoin itu ambruk pada Mei lalu.
Dana yang dihabiskan LFG berbentuk 80.081 BTC dan 49,8 juta stablecoin. Sementara Terraform Labs (TFL) dilaporkan telah menghabiskan cadangan sebesar $613 miliar (Rp9,6 kuadriliun) untuk menyelamatkan ekosistemnya.
1/ Today, LFG releases the technical audit report conducted by JS Held, an experienced third-party auditing firm, providing full transparency into the trading, blockchain records, and efforts of LFG and TFL to defend the price of TerraUSD ($UST) between May 8th & May 12th, 2022.
— LFG | Luna Foundation Guard (@LFG_org) November 16, 2022
Langkah tersebut dilakukan di tengah banyaknya investor UST dan LUNA yang kehilangan dana mereka hingga jutaan dolar dalam insiden tersebut.
“TFL (Terraform Labs) telah menghabiskan modal mereka sendiri untuk mempertahankan pasak UST. Untuk mempertahankan pasar UST, TFL; LFG; dan Jump membeli UST dan LUNA,” tulis laporan itu.
Setelah hasil audit dirilis, pendiri Terraform Labs, Do Kwon, meminta maaf atas banyaknya dana investor yang hilang. Menurutnya, sebagai pencipta ekosistem Terra, seharusnya ia bisa menyampaikan segala risiko kepada investor.
“Saya berharap orang lain dapat sukses mengemban misi ini saat kami telah gagal,” tulis Kwon di Twitter.
1/ A third party audit of LFG and TFL's peg defense activity during May 2022 has been published: https://t.co/3vwSBhQcNq
— Do Kwon 🌕 (@stablekwon) November 16, 2022
Ia juga mengklaim, Terra bukan sebuah platform yang bangkrut karena penyalahgunaan dana dan penipuan. Kwon bahkan menekankan bahwa Terra merupakan salah satu blockchain layer-1 terbesar yang dua asetnya masuk daftar kripto terbesar di CoinMarketCap.
Penyataan Kwon ini mempertegas laporan JS Held yang juga menyatakan, tidak ada penyalahgunaan dana, penggelapan, dan pencucian uang yang dilakukan oleh LFG yang berdampak pada kehancuran Terra.
Namun, influencer kripto, FatMan, mempertanyakan data yang hilang dalam audit tersebut. Menurutnya, auditor tak mengungkap data hasil auditnya secara lengkap.
“Padahal ada beberapa masalah terkait keterlibatan Jump dalam ekosistem Terra yang diduga telah ‘mencuci tangan mereka sendiri’. Meski ada klaim transparansi penuh, tetapi nyatanya ada bagian yang dihilangkan,” ujarnya.


