Portalkripto.com — Seorang analis keuangan dan kripto, MichaĂ«l van de Poppe, mengatakan bahwa pendiri Terra Do Kwon pantas dipenjara lantaran diduga telah melakuan skema Ponzi.
Pernyataan ini muncul setelah sebuah laporan menyebutkan bahwa Kwon diduga menarik dana sebesar $80 juta satu bulan sebelum Luna crash. Temuan baru ini diunggah akun Twitter Watcher.Guru pada Jumat, 10 Juni 2022, berdasarkan laporan seorang pekerja di Terra.
Hal ini membuat anggota komunitas menyuarakan pendapat mereka tentang masalah tersebut.
Dalam sebuah tweet, Michaël van de Poppe, mengatakan bahwa Kwon pantas dipenjara. Dia membandingkan CEO Terraform Labs dengan penipu terkenal Bernie Madoff. “Jujur, dia pantas dipenjara,” tulis Van de Poppe.
The fact that Do Kwon has been sending $80 million towards his own wallets.
Honestly, he deserves jail.
Many investors have been losing tons of money and he just goes away with a big bunch of money.
Even Madoff got into jail.
He deserves it too.
— Michaël van de Poppe (@CryptoMichNL) June 9, 2022
Pengguna Twitter DaisiObanla juga setuju dengan Van de Poppe. Menurut DaisiObanla, dia ingin mendengar kabar bahwa Kwon divonis 150 tahun penjara tanpa pembebasan bersyarat. Selain itu, pemain sepak bola Nicolas Boulay juga menimpali, menulis bahwa eksekutif Terra harus merasakan kemarahan masyarakat.
Meskipun banyak yang menyerukan agar Kwon dihukum penjara, namun masih banyak yang menyatakan tidak setuju dengan sentimen tersebut.
Kamu BIsa Baca Artikel Lainnya:
Kegunaan Fan Token untuk Supporter, Dari Tiket hingga Suara di Klub
Blockware: Delapan Tahun Lagi 10% Penduduk Dunia Menggunakan BitcoinÂ
Tak ada yang Lebih Banal Dari DOGE, Lelucon Bernilai Puluhan Milyar Dollar
Presiden Bodhi menyatakan tidak setuju, karena berinvestasi dalam aset adalah perjudian. Begitu juga twitter Druid Andrew mengatakan bahwa Kwon tidak melakukan apa pun yang melanggar hukum pidana.
Pihak berwenang di Korea Selatan juga telah mulai menyelidiki Terraform Labs dan para pekerjanya atas dugaan penggelapan Bitcoin (BTC). Penyelidikan dimulai setelah polisi mendapat informasi dari informan yang bekerja di perusahaan tersebut.
Di tengah bencana Terra, partai penguasa Korea Selatan mengungkapkan rencana untuk membentuk komite aset digital yang akan menjadi pengawas kripto.


