Portalkripto.com — Pendiri Terraform Labs Do Kwon diduga bersembunyi di Serbia, Eropa Tenggara. Ia telah melakukan pelarian selama berbulan-bulan setelah resmi menjadi buron otoritas Korea Selatan dan Interpol dalam kasus ambruknya ekosistem Terra.
Korea Herald pada 11 Desember melaporkan, Kantor Jaksa Distrik Selatan Seoul telah mendapatkan data intelijen terkait lokasi Do Kwon. CEO Terraform Labs itu dilaporkan telah menetap di Serbia selama sebulan.
Sejak Terra kolaps, Kwon telah beberapa kali berpindah-pindah tempat. Dari Korea Selatan, ia mulai menetap di Singapura pada April lalu.
Ia terakhir terlihat di tempat tinggalnya di Singapura pada awal September. Pria 31 tahun itu kemudian melarikan diri ke Dubai, Uni Emirat Arab, sebelum akhirnya terbang ke Serbia.
Otoritas hukum Korsel dilaporkan sedang dalam proses kerja sama dengan Pemerintah Serbia untuk mempermudah proses penyelidikan Kwon. Namun, belum bisa dipastikan apakah Kwon bisa dipulangkan segera karena Korea Selatan tidak memiliki perjanjian ekstradisi dengan Serbia.
Meski demikian, pemulangan itu menjadi mungkin karena Korsel telah menandatangani perjanjian ekstradisi multilateral dengan Dewan Eropa. Serbia menjadi salah satu negara Eropa yang ikut menandatanganinya.
Kwon tengah berada dalam investigasi atas dugaan penipuan dan penggelapan pajak setelah stablecoin TerraUSD (UST) dan token asli Terra, LUNA, crash pada Mei lalu. Ratusan investor yang kehilangan aset senilai miliaran dolar dalam insiden itu menuding Kwon telah melakukan skema Ponzi.
Pada 14 September, jaksa Korea Selatan mengeluarkan surat perintah penangkapan Kwon atas dakwaan memberikan informasi menyesatkan kepada investor Terra. Interpol juga mengeluarkan Red Notice dua pekan setelahnya meski nama Kwon belum juga muncul dalam database Red Notice Interpol di situs resminya.
Masih Aktif di Twitter
Dalam pelariannya, Kwon masih tetap aktif mencuit di Twitter. Alih-alih menghadapi penyelidikan, ia justru memilih untuk menyibukkan diri mencari pembelaan atas apa yang telah terjadi terhadap Terra.
Cuitannya yang paling mengejutkan adalah saat ia mengatakan bahwa ia sama sekali tidak melarikan diri, pada September lalu. Ia mengaku masih bersantai di ruang tamu rumahnya dan bahkan berjalan-jalan ke mall.
Yeah as i said im making zero effort to hide
I go on walks and malls, no way none of CT hasnt run into me the past couple weeks
— Do Kwon 🌕 (@stablekwon) September 26, 2022
Tentu saja pernyataan ini tak sesuai dengan keterangan Singapore Police Forces (SPF) yang mengatakan Kwon diduga sudah meninggalkan negara itu sejak 17 September.
Kebangkrutan FTX menambah amunisi bagi Do Kwon untuk terus membela diri dan menunjukkan bahwa ia tidak bersalah dalam insiden Terra. Pada 17 November, sepekan setelah FTX mengajukan kebangkrutan, Kwon mengungkap hasil audit keuangan yang dilakukan JS Held.
1/ A third party audit of LFG and TFL's peg defense activity during May 2022 has been published: https://t.co/3vwSBhQcNq
— Do Kwon 🌕 (@stablekwon) November 16, 2022
Audit mengungkap bahwa Luna Foundation Guard (LFG) dan Terraform Labs telah menghabiskan banyak dana untuk menyelamatkan ekosistem Terra dan membangkitkan kembali stablecoin UST serta LUNA.
Kwon dengan segera mengklaim bahwa Terra bukan sebuah platform yang bangkrut karena penyalahgunaan dana dan penipuan (seperti FTX). Kwon bahkan menekankan tidak ada penyalahgunaan dana, penggelapan, dan pencucian uang yang dilakukan oleh LFG yang berdampak pada kehancuran Terra.
Sementara pada 8 Desember, Kwon kembali berada di atas angin saat New York Times merilis sebuah laporan yang menyatakan pendiri FTX Sam Bankman-Fried sedang diinvestigasi atas dugaan andil dalam ambruknya Terra.
Kwon langsung membuat utas yang berisi tudingan persengkongkolan yang dilakukan FTX, Alameda Research, dan platform pemberi pinjaman kripto institusi, Genesis Global Trading.
Menurutnya, Genesis Trading pernah membeli UST senilai $1 miliar dari Luna Foundation Guard. Kwon curiga UST itu digunakan untuk menyerang Terra dan meminta Genesis membuktikan apakah mereka pernah memberikan UST sebesar $1 miliar ke FTX atau Alameda Research.
“Apa yang dilakukan diam-diam akan terungkap,” kata Kwon.


