Divisi Metaverse Meta Rugi Rp56 Triliun di Q3 2022

Share :

Portalkripto.com — Divisi metaverse Meta, Reality Labs, merugi $3,6 miliar atau sekitar Rp56 triliun di kuartal ketiga 2022. Kerugian ini lebih besar dibandingkan dengan kerugian yang dialami Meta pada kuartal yang sama tahun lalu sebesar $2,63 miliar.

Diketahui pada kuartal kedua lalu, Reality Labs merugi $2,8 miliar. Total kerugian divisi tersebut bahkan telah mencapai $9,43 miliar year-to-date.

Kerugian operasional Meta Q3 2022 (sumber: Laporan Keuangan Meta Q3 2022)

“Kami mengantisipasi, Reality Labs akan mencatat kerugian lebih signifikan pada 2023 year-over year,” kata Meta dalam laporan keuangan Q3 2022, dikutip Decrypt.

“Setelah 2023, kami berharap bisa mempercepat investasi Reality Labs sehingga kami dapat meningkatkan pendapatan operasional perusahaan secara keseluruhan dalam jangka panjang,” tambahnya.

Reality Labs merupakan divisi yang khusus mengembangkan vitual reality dan augmented reality di Meta. Divisi yang diluncurkan pada Agustus 2020 ini mendesain hardware dan software, termasuk perangkat virtual reality Oculus dan proyek metaverse Horizon World.

Meski terus merugi, pendiri dan CEO Meta Mark Zuckerberg mengaku tetap optimistis akan masa depan metaverse yang dikembangkan perusahaannya.

“Meski kami menghadapi tantangan dari segi pendapatan dalam jangka pendek, hal yang terpenting adalah kembali meraup pendapatan yang besar (dalam jangka panjang)” ujar Zuckerberg.

Volume Perdagangan Metaverse Lesu di Q3

Volume perdagangan 10 proyek metaverse besar di kuartal ketiga 2022 turun hingga 80%. Penurunan ini salah satunya disebabkan oleh anjloknya aktivitas pengguna di sejumlah platform, seperti Decentraland dan Meta.

Laporan DappRadar yang dirilis pada 20 Oktober 2022 mengungkapkan, rata-rata penjualan nonfungible token (NFT) dalam 10 proyek metaverse itu turun hingga 11,55% di kuartal ketiga, jika dibandingkan dengan kuartal kedua.

Tercatat delapan dari 10 proyek tersebut mengalami penurunan signifikan dalam penjualan NFT. Penjualan oleh Metaverse Otherside dari Yuga Labs bahkan anjlok hingga 74%.

Laporan DappRadar juga mengungkapkan, harga terendah atau floor price kavling tanah NFT telah merosot 75%. Penurunan harga ini ikut menjadi salah satu faktor penurunan volume perdagangan di metaverse.

Penurunan floor price NFT kavling tanah untuk metaverse (sumber: DappRadar)

Namun, menurut DappRadar, volume perdagangan yang rendah bukan berarti minat terhadap metaverse berkurang. Hal itu hanya menunjukkan bahwa harga aset yang digunakan saat ini sedang menurun.

“Kami menganggap ini sebagai sinyal bullish karena hype terhadap proyek jenis ini tidak berkurang. Hanya saja, penurunan harga kripto telah mempengaruhi volume perdagangan di proyek (metaverse) secara keseluruhan,” ujar platform itu.

DISCLAIMER : Bukan ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset crypto masih beresiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.