Dana $1 Miliar Milik BlockFi Masih Tertahan di FTX dan Alameda

Share :

Portalkripto.com — Platform pemberi pinjaman kripto BlockFi mengungkap besarnya eksposur terhadap FTX dan Alameda Research.

Dalam sidang perdana kebangkrutan yang digelar Selasa, 29 November 2022, pengacara BlockFi dari firma hukum Kirkland & Ellis, Joshua Sussberg, mengatakan dana milik BlockFi senilai $1 miliar sampai saat ini masih tertahan di FTX dan Alameda Research.

Sebanyak $355 juta di antaranya dibekukan di dalam platform FTX. Sementara $671 juta lainnya yang dipinjam Alameda Reseach kini berstatus gagal bayar setelah perusahaan trading milik Sam Bankman-Fried itu ikut kolaps bersama FTX.

Utang piutang ini semakin rumit mengingat BlockFi sendiri telah menerima bailout atau pinjaman kredit dari FTX US sebesar $400 juta pada Juli lalu. Saat itu, BlockFi terlilit krisis likuiditas setelah perusahaan dana lindung Three Arrow Capital bangkrut imbas dari ambruknya Terra/LUNA.

“Kehancuran Luna adalah awal dari segala (kehancuran) ini,” ujar Sussberg dalam persidangan yang digelar Pengadilan Distrik New Jersey, dikutip Decrypt.

Timeline perjalanan BlockFi dari peluncuran hingga kebangkrutan FTX yang diungkap dalam persidangan. (sumber: Decrypt)

Menurut dokumen kebangkrutan BlockFi, perusahaan induk FTX US, West Realm Shires, merupakan kreditur kedua terbesar. BlockFi tercatat masih berutang sebesar $275.000.000 ke perusahaan itu.

Dengan demikian, BlockFi terjerat masalah keuangan dengan tiga perusahaan Bankman-Fried, yakni FTX, FTX US, dan Alameda Reseach. Sussberg sendiri mengaku curiga akan buruknya manajemen keuangan perusahaan Bankman-Fried, terlebih ada 130 perusahaannya yang juga ikut dinyatakan bangkrut bersama FTX.

Kepada Hakim Michael Kaplan yang memimpin sidang, Sussberg mengatakan proses untuk mendapatkan kembali dana BlockFi dari FTX dan Alameda akan membutuhkan waktu yang cukup lama. Ia mengungkapkan, hal itu karena FTX memiliki lebih dari satu juta kreditur dan juga telah mengalami peretasan besar.

Ini bukan pertama kalinya FTX dan Alameda dilaporkan meminjam uang ke perusahaan yang mendapatkan bailout dari mereka setelah Terra/LUNA crash. Pada Juni lalu, Alameda diketahui memberikan bantuan kredit ke Voyager Digital sebesar $500 juta. Tetapi saat Voyager bangkrut sebulan kemudian, Alameda ternyata berutang ke perusahaan itu sebesar $377 juta.

BlockFi Ajukan Mosi

BlockFi mengajukan 15 mosi yang telah disetujui dalam sidang. Salah satu mosi itu berisi permohonan untuk mengungkap informasi pribadi 50 kreditur terbesarnya.

BlockFi juga meminta izin untuk menunjuk Kroll Restructuring Administration sebagai agen dalam proses kebangkrutannya. Agen ini juga ditunjuk oleh FTX.

Lalu, perusahaan tersebut meminta persetujuan pengadilan untuk memberikan upah kepada 292 karyawan yang tersisa, yang sebagian besar tinggal di AS. Menurut BlockFi, karyawan-karyawan itu masih perlu dipertahankan selama proses restrukturisasi perusahaan.

Dalam mosi itu, BlockFi memperkirakan rata-rata upah bulanan dan tunjangan yang harus dikeluarkan sebesar $5,8 juta. Saat ini, perusahaan tersebut juga masih menunggak gaji karyawan sebesar $1,5 juta.

Kebangkrutan BlockFi

Platform pemberi pinjaman kripto, BlockFi, resmi mengajukan permohonan perlindungan kebangkrutan Bab 11 Undang-undang Kepailitan AS, pada Senin, 28 November 2022. Pengajuan itu dilakukan di Pengadilan Kepailitan AS untuk Distrik New Jersey.

“Kami akan fokus memulihkan semua kewajiban BlockFi, tetapi proses pemulihan dari FTX akan tertunda karena proses kebangkrutan sedang berlangsung,” ujar perusahaan itu dalam pernyataan resminya.

BlockFi telah menjual kripto senilai $239 juta untuk menutupi biaya kebangkrutan. Decrypt melaporkan, perusahaan ini juga melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) sekitar 250 dari 370 karyawannya.

Entitas yang termasuk ke dalam pengajuan kebangkrutan itu di antaranya BlockFi, BlockFi Services, BlockFi International, BlockFi Wallet, BlockFi Ventures, BlockFi Trading, BlockFi Lending, BlockFi Lending II, dan BlockFi Investment Product.

Pada 28 November lalu, BlockFi dilaporkan telah menggugat perusahaan Bankman-Fried, Emergent Fidelity Technologies. BlockFi menuntut dikembalikannya jaminan yang telah dijanjikan Emergent untuk dibayar pada 9 November. Jaminan itu ternyata dipakai Emergent untuk membeli saham perusahaan broker Robinhood sebesar 7,6% pada Mei lalu.