Daftar Investor Besar yang Paling Terdampak Kehancuran FTX

Share :

Portalkripto.com — Krisis exchange kripto FTX membuat nama Sam Bankman-Fried tersingkir dari daftar miliarder dunia. Kekayaannya yang mencapai $26,5 miliar merosot hingga kurang dari $1 miliar.

Pemilik aset di FTX mungkin menjadi pihak yang paling dirugikan selanjutnya dari krisis ini. Bankman-Fried bahkan sampai mencari suntikkan dana darurat $8 miliar agar bisa memenuhi permintaan penarikan dana pelanggan.

Lalu bagaimana kabar investor-investor besar FTX?

FTX hadir saat industri kripto sedang booming dan dibanjiri oleh para pemodal ventura. Pada Juni 2021, exchange tersebut berhasil mengantongi investasi senilai $1 miliar dari Paradigm, SoftBank, dan Sequoia Capital. Nilai valuasinya saat itu naik menjadi $18 miliar.

Tiga bulan setelahnya, FTX berhasil mendapatkan dana $421 juta dari Tiger Global Management, Ontario Teachers’ Pension Plan, dan perusahaan investasi milik pemerintah Singapura Temasek. Valuasi FTX dengan cepat mencapai $25 miliar.

Saat crypto crash terjadi tahun ini, investor masih terus menyuntikkan dana ke FTX hingga $400 juta. Saat perusahaan kripto lain merugi, FTX justru mencapai nilai valuasi $32 miliar.

Nahas, $32 miliar itu menguap begitu saja setelah FTX menghadapi krisis likuiditas. Kerugian investor FTX disinyalir lebih tinggi dari total investasi yang didapatkan FTX sebesar $1,8 miliar.

Siapa paling terdampak jika FTX benar-benar ambruk? Forbes mengungkap daftar investor besar FTX dan estimasi nilai kerugiannya.

1. Sequoia Capital

Perusahaan modal ventura Silicon Valley ini dilaporkan telah menggelontorkan dana investasi ke FTX hingga $200 juta. Nilai investasi Sequoia Capital di FTX kemudian meningkat menjadi $350 juta pada awal tahun ini.

Dengan nilai sebesar itu, bisa dipastikan Sequoia menjadi salah satu investor yang mengalami kerugian terparah dalam krisis FTX.

Meski demikian, Sequoia, dalam sebuah surat untuk para investornya, mengatakan sahamnya di FTX hanya kurang dari 3%. Kerugian yang dialami juga tak sebanding dengan keuntungan yang telah direalisasikan dan yang belum direalisasikan sebesar $7,5 miliar.

2. Temasek

Perusahaan investasi milik Pemerintah Singapura ini ternyata mengucurkan dananya tiga kali untuk FTX, di tiga seri pendanaan berbeda. Nilai investasi Temasek dilaporkan mencapai $205 juta.

Perusahaan tersebut diperkirakan rugi besar mengingat nilai investasinya pada awal 2022 sudah tumbuh mencapai $320 juta.

3. Paradigm

Perusahaan investasi yang fokus pada platform kripto dan Web3 ini menggelontorkan dananya ke FTX dalam pendanaan seri B dan seri C. Paradigm dilaporkan memiliki 7 miliar saham di FTX per Agustus lalu.

Nilai investasi Paradigm mencapai $215 juta saat pendanaan. Angka itu melonjak hingga $315 juta pada Januari 2022.

4. Ontario Teachers’ Pension Plan

Perusahaan pengelola dana pensiun guru asal Kanada ini menginvestasikan dananya sebesar $95 juta kepada FTX dan FTX.US pada akhir 2021 dan awal 2022. Pada Januari lalu, nilai investasinya di FTX saja sudah melonjak dari $80 menjadi $125 juta.

Meski kehilangan dana besar, Ontario Teachers’ Pension Plan, dalam sebuah pernyataan, mengatakan, krisis FTX tidak menimbulkan kerugian besar. Investasi perusahaan tersebut diklaim hanya 0,05% dari total aset bersihnya.

Selain keempat investor tersebut, diperkirakan masih banyak investor lainnya yang juga membukukan kerugian besar, termasuk Tiger Global Management dan SoftBank. Ada pula perusahaan investasi milik miliarder Paul Tudor Jones, Daniel Loeb, dan Israel Englander.

Rata-rata para investor yang tergabung dalam sesi pendanaan Juni 2021 ini memiliki saham 1% di FTX. Mereka bisa mencatatkan kerugian masing-masing $270 juta.

Atlet AS Tom Brady dan mantan istrinya, model Gisele Bundchen, juga dilaporkan memiliki 0,15% dan 0,09% saham di FTX. Tidak diketahui berapa nilai investasi keduanya di exchange tersebut. Namun, diperkirakan investasi Brady sebesar $45 juta dan Gisele sebesar $25 juta.

Selain investor, jangan lupakan pegawai FTX. Per Januari, diketahui pegawai FTX memiliki saham senilai $950 juta yang juga telah menguap seiring dengan meningkatnya krisis di perusahaan.