Portalkripto.com — CEO Binance Changpeng Zhao (CZ) mengatakan, investor lebih berisiko kehilangan kripto mereka yang disimpan di self-custody seperti cold wallet daripada yang disimpan di centralized exchange (CEX).
“Bagi sebagian besar orang, 99% di antaranya, yang menyimpan kripto sendiri, akan kehilangan (kripto itu),” ujar CZ dalam Twitter Space yang digelar Binance, Rabu, 14 Desember 2022.
Pendiri exchange kripto terbesar di dunia itu menegaskan bahwa Binance berada di posisi netral terkait pilihan apakah investor ingin menyimpan kripto mereka dalam self-custody wallet atau dalam CEX. Namun ia sendiri lebih memilih penyimpanan kripto dalam CEX dan menilai self-custody tidak praktis bagi banyak orang.
“Kebanyakan orang tidak bisa melakukan back up terhadap security keys mereka dan akan kehilangan device mereka. Mereka akan menulis (security keys) dalam selembar kertas dan orang lain akan melihatnya, lalu mencurinya. Dan jika mereka meninggal dunia, mereka tidak memiliki cara untuk memberi tahu security keys mereka kepada kerabat. Sementara kami (CEX) memiliki SOP terkait hal itu,” jelas CZ.
Ia mengakui ada beberapa orang yang secara teknis mampu membuat self-custody menjadi lebih aman dalam menyimpan kripto. Akan tetapi, menurutnya tidak ada penyimpanan yang tidak memiliki risiko sama sekali.
“Saya selalu mencoba mengedukasi orang-orang agar mereka mengetahui risikonya. Menyimpan sendiri kripto di wallet Anda bukan berarti tanpa risiko. Saya pikir orang-orang akan lebih banyak kehilangan kripto yang disimpan sendiri daripada yang disimpan di centralized exchange,” katanya.
Pernyataan Kontradiktif
Pernyataan CZ dalam Twitter Space tersebut kontradiktif dengan pernyataannya sendiri yang disampaikan pada 13 November lalu, dua hari setelah FTX menyatakan bangkrut. Saat itu ia meminta komunitas kripto untuk mengawasi aset digital mereka masing-masing dengan menggunakan self-custody wallet.
“Self-custody adalah hak asasi manusia yang paling dasar. Anda bebas melakukannya kapan saja. Pastikan Anda melakukannya dengan benar. Merekomendasikan mulai dengan jumlah kecil untuk mempelajari teknologi/alatnya terlebih dahulu,” ujarnya di Twitter.
Self custody is a fundamental human right.
You are free to do it at any time.
Just make sure you do do it right.
Recommend start with small amounts to learn the tech/tools first.
Mistakes here can be very costly.
Stay #SAFU— CZ 🔶 Binance (@cz_binance) November 13, 2022
CZ sendiri terus mempromosikan Trust Wallet, hot wallet milik Binance, sebagai pilihan bagi para investor untuk melakukan self-custody.
Binance Alami Gelombang Penarikan Besar-besaran
Kolapsnya FTX memunculkan slogan ‘not your keys, not your coins‘, yang artinya kripto yang kita simpan di CEX sebenarnya bukan milik kita karena bisa sewaktu-waktu hilang bersamaan dengan ambruknya CEX tersebut. Slogan ini membuat investor ramai-ramai menarik kripto mereka dari CEX dan menyimpannya di self-custody wallet.
Gelombang penarikan besar-besaran juga terjadi di Binance. Bahkan penarikan di pekan ini menjadi yang terbesar sejak Juni lalu.
Menurut data dari platform analitik blockchain Nansen, Binance mencatat total penarikan sebesar $3,66 miliar atau sekitar Rp57 triliun dari 7 hingga 13 Desember.
Dalam sepekan ini, kripto senilai $8,78 miliar telah ditarik dari platform. Sementara jumlah kripto yang masuk senilai $5,1 miliar. Dengan demikian, netflow Binance dalam sepekan mencapai $3,66 miliar.
Binance Netflow 7D ($) -3,660,311,347
8,783,380,428 – Outflow
5,123,069,081 – InflowExchange Flows dashboard ⤵️https://t.co/CYrBQLryQ0 pic.twitter.com/vV6vcqoWKK
— Nansen 🧭 (@nansen_ai) December 13, 2022
CZ menyebut guncangan ini sebagai hal yang biasa di dunia bisnis. Ia justru menyebut penangkapan mantan CEO FTX Sam Bankman-Fried sebagai penyebabnya, padahal Binance sendiri tengah digoyang isu pelanggaran anti-pencucian uang.
“Dengan ditangkapnya Sam Bankman-Fried, saya pikir orang mulai mengeneralisir. Jika Anda dikecewakan oleh satu bank, Anda akan berpikir bank-bank lain sama buruknya. Jika Satu politisi korupsi, Anda akan berpikir politisi lain juga korupsi,” ungkapnya.
“Namun faktanya, hanya karena satu bank buruk, bukan berarti bank-bank lain juga buruk. Dan hanya karena satu politisi korupsi, bukan berarti politisi-politisi lain juga korupsi,” ujar CZ.
Saat ditanya apakah CZ bersedia pergi ke Amerika Serikat (AS) jika diundang untuk bersaksi oleh Kongres, ia mengisyaratkan ketidaksediaannya. Menurutnya, harus ada pemisahan bisnis antara Binance.com dengan Binance US.
“Saya juga sibuk mengunjungi negara lain. Saya tidak menolak datang ke AS. AS mengagumkan. Saya suka negara itu, tetapi saya sibuk dengan prioritas saya yang lain,” katanya.


