Crypto.com Salah Transfer ETH Rp6,2 Triliun, Timbulkan Kecurigaan Komunitas

Share :

Portalkripto.com — CEO Crypto.com Kris Marszalek mengatakan, exchange-nya telah melakukan salah transfer sebanyak 320.000 ETH. Nilai kripto yang ditransfer mencapai $400 juta atau sekitar Rp6,2 triliun.

Menurut data Etherscan, pada 21 Oktober lalu, Crypto.com telah mentransfer 80% dari total cadangan ETH-nya ke exchange Gate.io. Insiden yang diklaim salah transfer ini terjadi beberapa hari sebelum Gate.io menyediakan data ‘proof of reserve’ kepada penggunannya pada 28 Oktober 2022.

Gate.io dilaporkan baru mengembalikan sebesar 285.000 ETH kepada Crypto.com pada 29 Oktober, menurut data on-chain. Meski jumlahnya lebih sedikit, tetapi nilainya dalam dolar AS lebih tinggi, yakni mencapai $456 juta atau sekitar Rp7 triliun.

[Grafik1] Data on-chain transfer 320.000 ETH dari Crypto.com ke Gate.io. (sumber: Etherscan)
Investigasi lanjutan dari Etherscan menunjukkan, sisa 35.000 ETH yang tidak dikembalikan Gate.io dikirim ke alamat wallet berbeda. Namun, Gate.io belum mengkonfirmasi hal ini.

Di sisi lain, Marszalek tetap bersikeras mengatakan bahwa ETH salah transfer itu telah dikembalikan seluruhnya sebanyak 320.000 kepada Crypto.com.

Kecurigaan Komunitas

Anggota komunitas kripto dengan akun jconorgrogan di Twitter mencium sesuatu yang mencurigakan dalam kasus salah transfer ini. Dilihat dari tanggal insiden tersebut, ia membuka spekulasi bahwa Crypto.com sengaja mentrasfer dana untuk membantu menambah cadangan ETH ke neraca Gate.io tepat sebelum Gate.io menyediakan data ‘proof of reserve’.

Menurut jconorgrogan, Crypto.com pernah mengklaim 100% kripto milik pelanggannya disimpan di cold wallet, yang bekerja sama dengan penyedia layanan wallet Ledger. Klaim itu kini dipertanyakan.

Menjawab spekulasi tersebut, Marszalek berdalih, dana salah transfer itu memang sebenarnya akan dimasukkan ke dalam cold wallet.

“Dana itu seharusnya dipindahkan ke alamat cold storage baru, tetapi malah terkirim ke alamat external exchange yang masuk whitelist,” ujar Marszalek dalam sebuah cuitan di Twitter, Minggu, 13 November 2022.

Jconorgrogan kembali mempertanyakan mengapa Gate.io baru mengembalikan dana itu 5-7 hari kemudian, dan bahkan tepat sehari setelah exchange tersebut menyediakan data ‘proof of reserve’.

Insiden salah transfer yang dialami exchange tersebut bahkan membuat CEO Binance Changpeng Zhao ikut berkomentar.

“Jika ada exchange yang memindahkan kripto dalam jumlah besar sebelum atau sesudah menunjukkan alamat wallet mereka (dalam data proof of reserve), itu menjadi tanda adanya masalah. Menjauhlah,” kata pria yang akrab disapa CZ ini.

Kejatuhan FTX menyoroti pentingnya ‘proof of reserve’ atau bukti cadangan aset untuk dimiliki oleh exchange kripto. Exchange didorong untuk segera mengungkap alamat cold dan hot wallet mereka guna meningkatkan kepercayaan investor dan menghindari risiko krisis likuiditas.

Crypto.com sendiri baru menyediakan dokumen ‘proof of reserve’ kepada penggunanya pada 12 November lalu. Dokumen itu menunjukkan, 20% dari kepemilikan Crypto.com ternyata adalah meme token, SHIB.

[Grafik2] Koleksi aset Crypto.com. (sumber: Nansen.ai)
Diketahui, seperti FTX, Crypto.com mengklaim diri sebagai exchange yang teregulasi dan terpercaya. Exchange ini juga mengikuti jejak FTX dengan menggelontorkan banyak investasi di sektor olahraga, seperti memberikan $700 juta untuk proses kesepakatan penamaan arena dengan Los Angeles Lakers dan menjadi sponsor Piala Dunia 2022 di Qatar.

Bukan Pertama Kali Salah Transfer

Terlepas dari segala spekulasi yang muncul, insiden salah transfer ini bukan yang pertama kali dilakukan oleh Crypto.com. Pada Agustus lalu, Crypto.com mengumumkan tak sengaja mentransfer dana sebesar 10,5 juta dolar Australia yang setara dengan Rp10 miliar.

Transfer itu dilakukan ke rekening seorang perempuan warga Australia, Manivel Thevamanogari. Namun, alih-alih mengembalikan dana salah transfer ke Crypto.com, ia dan saudara perempuannya, Gangadory Thevamanogari, malah menggunakan uang itu untuk membeli sebuah rumah mewah dengan lima kamar tidur di Craigieburn, Melbourne.

Salah transfer yang terjadi pada Mei 2021 itu baru terdeteksi 7 bulan setelahnya dalam audit tahunan perusahaan pada Desember 2021. Exchange asal Singapura tersebut kemudian melayangkan gugatan terhadap Manivel dan Gangadory agar dana bisa dikembalikan.