Portalkripto.com — Klub raksasa Inggris, Chelsea, terpaksa memutus kontrak sponsor senilai $25 juta dengan perusahaan kripto Amber Group lantaran perusahaan tersebut terlilit masalah keuangan.
Dilaporkan Bloomberg, sebelumnya, Chelsea dan Amber Group menyepakati kerja sama pemasangan logo platform trading kripto dan NFT WhaleFin selama musim 2022/2023. Pemasangan logo platform ini dilakukan di bagian lengan sebelah kiri para pemain.
🚨 WhaleFin will no longer be on Chelsea shirts as Amber Group is terminating a $25 million sponsorship deal with football club.https://t.co/PfERdurE5X
— Sripad (@falsewinger) December 9, 2022
Chelsea sejauh ini telah memenuhi kewajibannya terhadap sponsor, namun di sisi lain, Amber Group selaku pemilik WhaleFin gagal menggugurkan kewajibannya terhadap klub asal London tersebut.
Perusahaan yang berbasis di Singapura ini belakangan sedang rugi bandar akibat crypto winter yang terjadi hampir sepanjang 2022. Amber Group, yang beroleh pendanaan dari Temasek dan Sequoia Capital, juga telah memangkas sebagian besar karyawannya sejauh ini.
Laporan Bloomberg mencatat ada sekitar 300 staf yang sudah dipecat. Jumlah total karyawan perusahaan ini kini tersisa kurang dari 400. Sebelumnya, Amber Group mempekerjakan lebih dari 1.100 pekerja.
Dampak Crypto Winter
Kesulitan finansial yang dialami Amber Group ini tidak bisa dilepaskan dari situasi crypto winter yang terjadi hampir sepanjang 2022. Selain musim dingin yang bikin aktivitas jual-beli lesu, krisis kebangkrutan sejumlah perusahaan kripto ikut menghantui.
Salah satu kebangkrutan paling monumental dialami exchange FTX. Exchange yang sebelumnya berstatus sebagai exchange kripto terbesar kedua di dunia berdasarkan volume trading ini mengajukan kepailitan pada 11 November.
Selain FTX, ada sejumlah exchange dan perusahaan penambangan Bitcoin yang juga gulung tikar, antara lain Three Arrows Capital, Voyager Digital, Celsius Network, dan BlockFi. Kondisi industri kripto yang suram ini juga turut dipengaruhi oleh kehancuran proyek Terra Luna pada Mei lalu.
Berdasarkan data CoinMarketCap, harga Bitcoin telah turun lebih dari 60% ketimbang awal tahun. Semula, harganya $46.300 di awal tahun menjadi di kisaran $17.000 saat ini. Tingkat penurunan yang sama juga terjadi pada kapitalisasi pasar kripto, dari $2,2 triliun di awal tahun menjadi $850 miliar.
Diterpa Isu Tak Sedap
Selain pemutusan kerja sama dan pemecatan karyawan, Amber Group juga diterpa isu tak sedap seputar likuiditas perusahaan.
Dalam sebuah utas, Twitter Lookonchain mengklaim bahwa Amber Group hanya memiliki aset $9,46 juta. Namun Amber Group juga telah mengeluarkan pernyataan untuk menenangkan seluruh klien mereka dengan menyebut perusahaan sedang beroperasi dalam keadaan “bisnis seperti biasa”.
To update our clients and relevant stakeholders, we can confirm Amber Group and @WhaleFinApp are business as usual. Weathering through market cycles, we have to constantly adjust and pivot our business strategies, product offerings, and, as a result, internal teams and functions.
— Amber Group (@ambergroup_io) December 6, 2022
Di sisi lain, South China Morning Post melaporkan bahwa lusinan karyawan Amber Group di Shenzhen telah dijanjikan pembayaran pesangon pada 5 Desember, namun hanya sedikit di antara mereka yang mendapat jatah duit kompensasi tersebut.


