Chainalysis : Vietnam Negara Pengadopsi Kripto Terbaik di Dunia, Indonesia Nomor ?

Share :

Portalkripto.com — Pasar negara berkembang mendominasi Indeks Adopsi Kripto Global tahun 2022, berdasarkan riset analitik kripto Chainalysis. Vietnam berada di posisi pertama untuk dua tahun berturut-turut.

Dalam daftar tahunan tersebut, 10 negara dari 20 peringkat teretas adalah negara dengan penghasilan menengah ke bawah, seperti Filipina, Ukraina, India, Pakistan, Nigeria, Maroko, Nepal, Kenya, serta Indonesia di urutan 20.

Laporan Chainalysis menyatakan pengguna kripto di negara-negara tersebuut sering menggunakan kripto untuk tujuan yang lebih praktis.

Misalnya untuk pengiriman uang, seringkali dalam bentuk stablecoin, atau menyimpan tabungan mereka pada saat uang fiat mengalami volatilitas, serta memenuhi kebutuhan keuangan lainnya untuk ekonomi mereka.

Akibat Game

Vietnam untuk kedua kalinya secara berturut-turut menempati peringkat pertama dalam indeks dalam adopsi kripto versi Chainalysis.

Negara ini mencetak skor tertinggi di beberapa sub-peringkat yang digunakan sebagai kriteria, termasuk “daya beli yang sangat tinggi dan adopsi yang disesuaikan dengan populasi di seluruh alat kripti terpusat, DeFi, dan P2P.

Selain kondisi ekonomi yang menguntungkan, Vietnam juga memiliki kebijakan yang pro kripto.

Sekitar 21% warga negara Vietnam menggunakan atau memiliki kripto untuk transaksi dan investasi.

Maraknya penggunaan kripto di Vietnam terkait dengan popularitas game berbasis token mengikuti model play to earn (P2E) dan move to earn (M2E). Gaming tersebut tidak hanya untuk pemain, tetapi juga pengembang.

Salah satu game yang paling populer di Vietnam adalah P2E Axie Infinity yang berbasis di Kota Ho Chi Minh. Kesuksesannya Axie Infinity menginspirasi pengembangan game berbasis kripto secara lebih masif di Vietnam.

Optimisme

Laporan Chainalysis menyatakan bahwa pasar kripto mengalami penurunan yang signifikan, setelah naik secara relatif konsisten pada 2019. Kendatipun begitu, masih banyak pengguna kripto di negara dengan populasi 97 jutaan tersebut yang tetap berinvestasi.

Data menunjukkan bahwa pemegang kripto jangka panjang terus bertahan selama depresiasi saat ini. Jadi untuk sementara portofolio telah kehilangan nilai, kerugiannya belum dikunci. Hal ini berarti bahwa pemegang optimis pasar akan rebound.

Dengan menjaga fundamental pasar yang relatif sehat, memungkinkan ekosistem kripto tumbuh secara konsisten di seluruh siklus pasar. Laporan tersebut juga menyoroti peran yang dimainkan pengguna kripto di pasar negara berkembang.

Kepercayaan penduduk di negara berkembang terhadap kripto terus tumbuh karena aset digital ini memberikan manfaat yang unik dan nyata kepada mereka di tengah kondisi ekonomi yang tidak stabil.