Portalkripto.com — Adopsi bitcoin di El Salvador dan Pulau Boracay, Filipina, adalah salah satu contoh bagaimana industri kripto dapat menopang bahkan mendorong sektor pariwisata tumbuh di negara berkembang.
Temuan tersebut diungkapkan sejumlah narasumber dalam diskusi “On the Ground: Building Bitcoin Ecosystem & Community in Emerging Countries” di Indonesia Bitcoin Conference, Minggu 30 Oktober 2022.
Direktur Bitcoin Beach, Mike Peterson, mengatakan sejumlah alasan mengapa adopsi bitcoin di El Salvador dapat berkembang.
“Faktor utama adalah sebagian besar penduduk El Salvador tidak memiliki akses ke dunia perbankan,” katanya.
Presiden Bukele pernah menyatakan bahwa sekitar 80% warganya tidak memiliki rekening bank. Namun setelah bitcoin dijadikan alat pembayaran yang sah, 70% dari populasi yang bankless tersebut kini dapat mengakses layanan pembayaran dan pengiriman uang tanpa harus pergi ke bank.
Analis senior di Market Research Future, Aarti Dhapte, mengatakan bahwa adopsi bitcoin di El Salvador terbukti sukses mendongkrak pedapatan negara terutama dari sektor pariwisata.
Pada paruh pertama 2022 jumlah wisatawan di El Salvador naik 82,8% atau kedatangan 1,1 juta pengunjung.
Organisasi Perjalanan Dunia (WTO) secara internasional pun mengakui El Salvador sebagai salah satu negara dengan tingkat pemulihan pariwisata terbaik di kawasan tersebut. Data WTO menunjukkan pariwisata El Salvador pulih sebesar 81% pascapandemi.
Peterson menjelaskan lebih lanjut tak aneh jika adopsi bitcoin di negara dengan jumlah populasi 6,5 jutaan itu terbilang berhasil.
“Sebagai gambaran ketika bitcoin belum masuk, hotel-hotel kecil di pinggiran pantai tidak bisa menerima pembayaran melalui kartu kredit karena mereka tidak memenuhi persyaratan yang diminta bank. Tapi setelah bitcoin menjadi alat pembayaran yang sah, kesempatan pelaku industri wisata untuk mengembangkan bisnisnya terbuka lebar,” jelasnya.
Data Statista menunjukkan bahwa lebih dari 9% dari PDB El Salvador berasal dari industri pariwisata. Terlepas dari sektor pariwisata, adopsi bitcoin juga terbukti bermanfaat dalam hal pengiriman uang lintas batas karena memotong biaya transaksi secara signifikan.
Bank Sentral El Salvador memperkirakan bahwa dari Januari hingga Mei 2022, pengiriman uang dari warga yang tinggal di luar negeri berjumlah lebih dari $50 juta. Dengan adopsi Bitcoin dan Chivo, wallet yang dibuat pemerintah El Salvador, remitensi yang dibantu Lightning Network naik sebesar 400% di tahun 2022.
“Karena transaksi (fiat) lintas negara itu banyak menghabiskan waktu, tenaga, dan biaya admin maka bitcoin adalah solusi terbaik di negara berkembang,” tegas Mike.
Dia memperkirakan adopsi Bitcoin di El Salvador akan semakin meluas dan kuat.
“Dua tahun dari sekarang akan kita lihat. Adopsi bitcoin di El Salvador sudah menjadi gerakan bersama. Ada semacam perubahan budaya dari fiat money atau banking ke bitcoin,” lanjut dia.
Sejak menjadikan bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah pada 7 November 2021, El Salvador kini memiliki 2.301 bitcoin.
Pouch di Boracay
Hanya empat jam dari Jakarta, Pulau Boracay di selatan Manila, adalah duplikasi El Salvador di Asia. Boracay bahkan dijuluki bitcoin island.
Boracay adalah pulau kecil dengan jumlah penduduk kurang lebih 15.000. Keindahan alam dengan pantainya yang berpasir putih, resort wisata kelas dunia, dan iklim tropis mendatangkan ribuan pengunjung setiap tahun.
Sebenarnya Boracay bukalah obyek wisata yang mengandalkan teknologi untuk keperluan transaksinya. Namun sejak penyedia wallet bitcoin, Pouch, “mengendus” semakin banyak digital nomad yang berkunjung, adopsi aset kripto terbesar itu pun terus melonjak. Nyaris semua merchant di pulau tersebut menggunakan bitcoin sebagai alat pembayaran.
Wakil Presiden Pouch, Bill Hill, menceritakan jumlah merchant yang menerima pembayaran dengan bitcoin sebanyak 205. Terbanyak adalah convenience store, diikuti shopping dan layanan jasa.
Dia mengatakan sekitar 200 merchant memutuskan menggunakan wallet Pouch hanya dalam hitungan kurang dari enam bulan.
“Mengapa bisa sebanyak dan secepat itu, karena di sini banyak wisatawan asing,” katanya.
Pentingnya Literasi BitcoinÂ
Meskipun adopsi bitcoin di kedua wilayah tersebut dinilai sukses, namun ada tantangan mendasar dan serius yang musti dihadapi.
Seorang profesor Sistem Informasi di IE Business School Spanyol, Enrique Dans, mengatakan bitcoin masih dalam fase penemuan dan nilainya bergantung secara mendasar pada tingkat adopsinya.
“Aset kripto adalah uang masa depan, tetapi agar mereka juga menjadi uang saat ini maka nilainya harus cukup stabil,” katanya.
Menurutnya, penduduk setempat yang hidup di bawah garis kemiskinan dan menjalankan bisnis dengan uang tunai belum terbiasa dengan teknologi kripto. Mereka juga dinilai belum paham sepenuhnya dengan risiko bitcoin.
“Negara-negara ini harus mempertimbangkan bahwa penggunaan bitcoin berarti mengharuskan mereka memiliki akses ke media digital dan ini belum tentu diterima dengan mudah di kawasan ini,” lanjut dia.
Maka sebagai solusinya, tak lain, adalah negara bersama komunitas harus mendidik penduduk setempat. Misalnya mengajari cara mengelola dompet digital, cara melakukan pembayaran seluler, dan yang paling penting memberitahukan risiko kripto.
“Membuat penduduk suatu negara melek dengan penggunaan kripto adalah sesuatu yang memiliki efek yang sangat positif untuk masa depan,” tukas Dans.


