CEO Coinbase: Sam Bankman-Fried Penipu

Share :

Portalkripto.com — Dalam penampilan perdananya di depan publik setelah mengundurkan diri dari jabatan CEO FTX, Sam Bankman-Fried (SBF), mengatakan dana pelanggan yang disimpan di FTX secara tidak sengaja dan tanpa disadari dipinjamkan ke perusahaan tradingnya, Alameda Research.

“Saya tidak menyadari ada pencampuran dana. Saya sendiri terkejut melihat begitu besar kepemilikan Alameda, yang menunjukkan adanya kegagalan pengawasan dari pihak saya dan kegagalan saya dalam mengetahui siapa yang bertangggung jawab atas hal itu,” jelas SBF dalam video conference DealBook Summit yang digelar pada 30 November 2022 di New York, AS.

Padahal sudah dijelaskan dalam term of services yang dibuat FTX, exchange kripto itu menegaskan aset pelanggan yang mereka pegang bukanlah milik mereka.

Menanggapi pernyataan tersebut, CEO Coinbase Brian Amstrong, mengatakan apa yang disampaikan SBF adalah omong kosong.

Secara tegas Amstrong menyatakan apa yang dilakukan SBF itu bukan kesalahan keuangan atau akuntasi tapi pencurian.

Dia menambahkan, tidak mungkin dana sebesar itu bisa keluar tanpa sepengetahuan SBF yang notabene sudah berpengalaman dan seorang lulusan universitas ternama di Amerika Serikat.

“Saya tidak peduli seberapa berantakan akuntansi (laporan keuangan) Anda. Itu adalah uang curian dari pemilik aset di FTX. Sangat jelas dan sederhana,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, sehari setelah FTX mengajukan kepailitan, diduga dana senilai $10 miliar telah ditransfer secara diam-diam ke Alameda Research. SBF mengklaim bahwa transfer tersebut dilakukan secara tidak sengaja.

Curat marut laporan keuangan FTX dan Alameda dibenarkan oleh CEO FTX yang baru, John Ray III

Dia menceritakan dalam sepanjang karirnya dia baru pertama kali ini melihat laporan keuangan yang amburadul.

“Saya melihat kegagalan total dari kontrol perusahaan dan ketiadaan informasi keuangan yang dapat dipercaya seperti yang terjadi di sini,” jelas Ray.

Ray mengatakan keruntuhan FTX akibat kegagalan sistemik dari pengawasan yang salah, kontrol perusahaan di tangan sekelompok individu yang tidak berpengalaman, dan potensi kongkalikong.