Cegah Insider Trading dalam Situasi Perang, AS Bikin Aturan Ini

Share :

Ringkasan Berita

  • Senator Partai Demokrat AS Adam Schiff memperkenalkan RUU bernama DEATH BETS Act untuk melarang kontrak prediction market yang bertaruh pada perang, terorisme, pembunuhan, dan kematian individu.
  • RUU tersebut akan mengubah Commodity Exchange Act dan melarang kontrak semacam itu pada platform yang diawasi CFTC.
  • Schiff menilai pasar yang memungkinkan orang mendapat keuntungan dari peristiwa kekerasan dapat mengancam keamanan nasional dan mendorong penyalahgunaan informasi rahasia.
  • Usulan ini muncul setelah aktivitas trading tinggi di prediction market selama konflik militer AS–Israel dengan Iran.

 

Seorang senator dari Partai Demokrat Amerika Serikat, Adam Schiff, memperkenalkan rancangan undang-undang baru pada Selasa yang bertujuan melarang platform prediction market yang diawasi pemerintah federal untuk menawarkan kontrak taruhan terkait perang, terorisme, pembunuhan, maupun kematian individu.

Rancangan undang-undang tersebut diberi nama DEATH BETS Act. Jika disahkan, aturan ini akan mengubah Commodity Exchange Act sehingga secara tegas melarang kontrak yang berkaitan dengan peristiwa kekerasan atau kematian pada platform yang berada di bawah pengawasan Commodity Futures Trading Commission (CFTC).

Dalam pernyataannya, Schiff menilai pasar yang memungkinkan orang memperoleh keuntungan dari peristiwa kekerasan berpotensi mendorong penyalahgunaan informasi rahasia, mengancam keamanan nasional, serta memicu tindakan kekerasan.

Ia juga menyebut industri prediction market saat ini seperti “Wild West” karena minimnya pengawasan yang jelas. Karena itu, ia mendesak Kongres dan CFTC untuk memastikan bahwa praktik taruhan semacam ini—yang ia sebut sebagai “death bets”—tidak diperbolehkan.

RUU tersebut secara khusus menargetkan kontrak prediction market yang berkaitan dengan terorisme, pembunuhan, perang, atau aktivitas serupa, serta kontrak yang terkait dengan kematian seseorang. RUU ini kini telah dirujuk ke Komite Pertanian, Nutrisi, dan Kehutanan Senat AS untuk dibahas lebih lanjut, di mana Schiff juga menjadi anggota.

Kekhawatiran Insider Trading dalam Konflik AS–Iran

Pengajuan RUU ini muncul di tengah meningkatnya sorotan terhadap platform prediction market setelah konflik militer terbaru antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran.

Saat ketegangan tersebut terjadi, sejumlah pasar taruhan terkait perang mengalami lonjakan aktivitas perdagangan dan memicu kekhawatiran adanya penggunaan informasi orang dalam.

Dalam satu kasus, enam trader di platform prediction market berhasil meraih keuntungan sekitar $1 juta setelah secara akurat memasang taruhan terkait waktu serangan militer Amerika Serikat terhadap Iran.

Keenam dompet kripto tersebut diketahui dibuat pada Februari dan seluruhnya bertaruh pada kontrak yang memprediksi kapan potensi serangan AS akan terjadi. Beberapa taruhan bahkan dilakukan hanya beberapa jam sebelum laporan pertama mengenai ledakan di ibu kota Iran, Teheran.

Data dari platform analitik blockchain Lookonchain juga menunjukkan aktivitas mencurigakan lainnya. Pada Selasa, sebuah dompet baru menghabiskan sekitar $32.900 untuk bertaruh bahwa pasukan AS akan memasuki Iran sebelum Sabtu, meskipun peluang pasar untuk skenario tersebut terus menurun.

Sumber: Loooknchain

Kasus Insider Trading di Prediction Market

Kekhawatiran mengenai insider trading di pasar prediction market sebenarnya telah muncul sebelumnya. Pada Februari lalu, otoritas Israel menangkap dan mendakwa dua orang yang diduga menggunakan informasi rahasia mengenai rencana serangan Israel terhadap Iran untuk melakukan perdagangan orang dalam di platform prediction market.

Selain itu, pada Januari, sebuah akun di platform prediction market dilaporkan meraih keuntungan sekitar $400.000 setelah bertaruh pada kontrak yang memprediksi penangkapan Presiden Venezuela, Nicolás Maduro. Taruhan tersebut dilakukan hanya beberapa jam sebelum pasukan Amerika Serikat benar-benar menangkapnya.